Memaknai Filosofi Logo Hari Jadi ke-210 Kota Bandung

Memaknai Filosofi Logo Hari Jadi ke-210 Kota Bandung
istimewa



INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi meluncurkan logo peringatan Hari Ulang Tahun ke-210 Kota Bandung. Peresmian dilakukan langsung Wali Kota Bandung Oded M Danial di Kiara Artha Park.

Logo berbentuk angka 2-1-0 itu dirancang tim kreatif Humas Kota Bandung dan disempurnakan sejumlah pakar industri kreatif subsektor desain yang difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Pada logo tersebut, angka dua dan nol memiliki bentuk dasar lingkaran yang menggambarkan Kota Bandung yang dinamis, berkolaborasi untuk berinovasi. Sedangkan angka satu yang berbentuk puncak Jembatan Pasupati melambangkan ketangguhan.


Makna tangguh itu sejalan dengan tagline utama HUT ke-210 Kota Bandung, yaitu “Bersama Kita Tangguh.” Tagline tersebut merupakan semangat Kota Bandung secara kolaboratif tangguh melawan pandemi Covid-19.

Angka satu yang berwarna merah dan putih itupun bermakna sila ketiga dari Pancasila, yakni “Persatuan Indonesia.” Angka satu yang menjadi puncak jembatan Pasupati itu juga melambangkan kekokohan Kota Bandung.

Sementara itu, garis-garis putih yang memotong angka dua dan nol menggambarkan Pemkot Bandung memegang, mengayomi, dan melindungi warganya.

Pada logo tersebut, terdapat logogram bertuliskan tagline “Bersama Kita Tangguh” dengan warna biru yang berwibawa. Warna kuning pada angka nol memberi kesan menyenangkan. Sedangkan warna hijau menggambarkan Bandung yang segar dan penuh inovasi. Warna merah melambangkan semangat keberanian melawan pandemi Covid-19.

Oded menuturkan, filosofi yang terkandung dalam logo tersebut merupakan identitas dan jiwa Kota Bandung saat ini. Kendati akan digelar dengan cara yang sederhana, peringatan HUT ke-210 Kota Bandung tahun ini tetap harus memiliki ruh seperti yang digambarkan di dalam logo.

“Kita tahun ini memang tidak merayakan HJKB (Hari Jadi Kota Bandung) secara besar-besaran, tetapi sangat sederhana. Namun itu momentum yang sakral dan kita perlu mengingat kembali perjuangan leluhur pendahulu kita dalam membangun Kota Bandung,” kata Oded.

Dia meminta, kesederhanaan itu tidak menghilangkan esensi dari peringatan HJKB, dan berharap slogan “Bersama Kita Tangguh” bisa terwujud dalam keseharian warganya. (Yogo Triastopo)