Jabar Tawarkan RS untuk Pasien Covid-19 DKI Jakarta

Jabar Tawarkan RS untuk Pasien Covid-19 DKI Jakarta
dok/inilahkoran



INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menawarkan bantuan rumah sakit (RS) kepada DKI Jakarta. Menyusul kapasitas ruang isolasi di DKI Jakarta yang hampir penuh mengingat terjadi lonjakan pasien positif Covid-19.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menarik rem darurat dengan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kami menawarkan karena keterisian rumah sakit di Jawa Barat masih baik, di angka 35 persenan. Maka kalau DKI kewalahan, kita menawarkan rumah sakit di Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) juga silahkan untuk dipergunakan atas nama kemanusiaan," ujar Ridwan Kamil.


Ridwan Kamil memastikan, tawaran bantuan tersebut yaitu demi kemanusian. Mengingat, kekompakan dan kolaborasi dalam menangani Covid-19 di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus ditegakkan. 

"Jadi, inilah pentingnya kita memahami bahwa menangani Covid-19 jangan dipilah-pilah berdasarkan administrasi atau wilayah politik. Sesama manusia, sesama NKRI, kita harus kompak. Kurangi kata kompetisi, perbanyak kata kolaborasi karena kita sama-sama NKRI," tegasnya.

Sementara itu, mengenai pemberlakuan PSBB yang sudah diputuskan di DKI Jakarta, Ridwan Kamil memaparkan, strategi penanganan Covid-19 di Provinsi Jabar terbagi dua, yakni strategi Bodebek dan non-Bodebek.

"Kalau Bodebek itu harus satu frekuensi. Kalau pak Anies ke kiri kita ngikut ke kiri, kalau ke kanan kita ngikut ke kanan semata-mata karena klaster Covid-19 Jabar paling besar, hampir 70 persen ada di Bodebek," jelasnya.

Kendati demikian, penanganan Covif-19 di wilayah Bodebek sendiri sebenarnya tidak berubah. Pasalnya, hingga saat ini pun, Bodebek masih menerapkan PSBB yang diterjemahkan intensitasnya oleh bupati dan wali kota masing-masing.

Terlebih, menurut dia, PSBB di DKI Jakarta bukan bukan hal baru. Di mana PSBB pun tidak serupa dengan lockdown yang sama sekali dilarang untuk bersosialisasi.  Dengan begitu, penyesuaian Bodebek dengan kondisi DKI Jakarta hanya yang berhubungan dengan pembatasan. 

"Tapi kan ekonomi Bodebek tidak hanya urusan dengan Jakarta, ada eonomi sendiri, kemandirian, itu saya kira yang akan dilakukan," katanya. 

Ridwak Kamil juga mengungkapkan, Dalam rapat bersama Anies Baswedan, Kamis (10/9/2020) kemarin, dirinya sempat menyarankan agar Anies berkonsultasi lebih dalam kepada pemerintah pusat karena setiap kebijakan di DKi Jakarta dampaknya berkaitan erat dengan level nasional.

Menurut Kang Emil, berdasarkan kesepakatan yang diperoleh dalam rapat tersebut, Anies sepakat untuk kembali berkonsultasi dengan pemerintah pusat. Setelah itu, kata Kang Emil, pihaknya akan kembali menggelar rapat untuk mengambil keputusan akhir.

"Jadi, kita menyepakati bahwa urgensi di Jakarta harus didukung oleh Jawa Barat, tapi mohon dikonsultasikan dengan pemerintah pusat karena setiap keputusan di DKI Jakarta berpengaruh juga, tidak hanya regional tapi nasional," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)