Kabupaten Bogor Lakukan Pengetatan Kunjungan Wisatawan

Kabupaten Bogor Lakukan Pengetatan Kunjungan Wisatawan
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor -Sejak Sabtu (12/9/2020) lalu, Pemkab Bogor bersama Polres Bogor dan Kodim 0621 melakukan pengetatan kunjungan wisatawan, terutama di Kawasan Puncak.

"Kami melakukan operasi pengetatan kunjungan  wisatawan di Kawasan Puncak, operasi ini akan dilakukan setiap akhir pekan," ujar Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, akhir pekan lalu

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PPP Jawa Barat ini menerangkan untuk kepolisian bertugas melakukan pengetatan kunjungan wisatawan di jalan utama.


"Pengetatan arus kendaraan di jalan utama akan dilakukan oleh pihak kepolisian, untuk di jalan alternatif akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan sementara Satpol PP memastikan jam operasional kafe, restoran, objek wisata dan sejenisnya tutup pada pukul 19.00 WIB dengan maksimal kunjungan 50 persen dari total kapasitas sesuai aturan yang tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 443/432/Kpts/Per-UU/2020 yang mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 60 Tahun 2020," terangnya.

Ade menuturkan langkah pengetatan kunjungan wisatawan ini dilakukan demi mencegah penularan Covid-19 karena seperti diketahui daerah di lingkaran Bumi Tegar Beriman ada yang masuk dalam status zona merah.

"Alhamdulillah, Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua tidak masuk ke dalam zona merah, tetapi kita juga mencegah agar warga yang di kawasan wisata terpapar dari wabah Covid-19. Hingga selain pengetatan kunjungan wisatawan, kami juga menghimbau agar semua pihak menggunakan masker, menjaga jarak dan menggunakan hand sanitizer," tutur Ade.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengaku bahwa jajarannya siap melakukan sosialisasi dan penertiban bagi kafe, restoran dan objek wisata yang melanggar peraturan jam operasional.

"Mulai malam ini kami akan sosialisasi jam operasional kafe, restoran, objek wisata, restoran, retail  maupun mall, bagi yang nekat melanggar maka siap-siap saja mereka dikenakan sanksi denda hingga Rp50 juta," tukas Agus. (Reza Zurifwan)