Awas, Kasus Kebakaran Mengintai di Musim Kering Seperti Ini

Awas, Kasus Kebakaran Mengintai di Musim Kering Seperti Ini
ilustrasi/net



INILAH, Purwakarta – Sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta, rawan kebakaran di kala musim kemarau seperti sekarang ini. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi salah satu yang paling diwaspadai. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kebakaran ini. Disamping karena faktor alam, juga akibat kelalaian manusia.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono membenarkan terkait hal itu. Memang, selain kekurangan air, kebakaran sejauh ini menjadi salah satu peristiwa yang acapkali terjadi di saat musim kemarau seperti sekarang ini.

“Selain rawan krisis air bersih, di wilayah kami ada sejumlah daerah yang rawan kebakaran saat musim panas ini,” ujar Wahyu saat dihubungi INILAH melalui selulernya, Selasa (8/9/2020).


Menurut Wibi, musim kemarau sejauh ini juga menjadi salah satu penyumbang terbesar peningkatan kasus kebakaran di wilayahnya. Karena, saat cuaca kering seperti itu, potensi kebakaran cukup tinggi. Mungkin, akibat alam yang mengalami kekeringan, sehingga ada percikan api sedikit saja bisa menyebabkan kebakaran.

Wibi menjelaskan, selama ini ada beberapa wilayah yang paling diantisipasi oleh jajarannya. Semisal, Kecamatan Purwakart kota, Jatiluhur, Babakan Cikao, Sukatani, dan Bungursari. Hal itu, menilik dari intensitas kejadian yang memang selama ini kerap terjadi di wilayah-wilayah tersebut.

“Selain rumah, kebakaran ini kerap melanda kawasan hutan dan lahan. Makanya, ini yang sekarang kami waspadai,” jelas dia.

Kewaspadaan jajarannya cukup beralasan. Mengingat, selama dua tahun terakhir kasus kebakaran yang terjadi di wilayahnya terbilang cukup tinggi. Pada 2017 misalnya, jumlah kasus kebakaran ini mencapai 184 kejadian. Sementara, di 2018 kemarin jumlah kasusnya meningkat, jadi 300 kejadian.

“Di 2018 lalu, ada peningkat kasus menjadi 300 kasus. Bahkan, hingga menelan lima korban jiwa. Sedangakan, untuk 2019 kemarin, tercatat ada 438 kasus. Sedangkan, untuk 2020 ini sampai bulan Agustus sudah terjadi 70 kasus. Kalau dilihat memang menurun dari tahun sebelumnya. Meski begitu, tetap kami antisipasi,” jelas dia.

Atas dasar itu pula, memasuki musim kering ini pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di perumahaan atau di kawasan padat penduduk untuk berhati-hati pada saat meninggalkan rumah. Jangan lupa pemeriksaan ulang, jika telah menggunakan kompor. Supaya segera dimatikan.  

Selain itu, imbauan dia, pihaknya juga meminta supaya masyarakat lebih berhati-hati pada saat membakar sampah. Apalagi, saat ini masih musim kemarau. Sehingga, hembusan angin cukup kencang. Jika tak berhati-hati, percikan api yang dihembus angina itu akan dengan mudahnya membakar apa saja di sekitarnya saat musim kering ini.

“Apabila terjadi kebakaran atau bencana lainnya segera mungkin hubungi kami agar segera tertangani,” tambah dia. (Asep Mulyana)