Kemarau Tiba, BPBD Belum Terima Laporan Resmi Kekeringan 

Kemarau Tiba, BPBD Belum Terima Laporan Resmi Kekeringan 
istimewa



INILAH, Bandung-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) belum menerima laporan kekeringan secara resmi dari kabupaten kota. Meskipun berdasakan surat peringatan BMKG menyatakan per bulan Agustus hingga Oktober sudah memasuki musim kemarau. 

Kepala BPBD Jabar Dani Ramdan mengatakan, meskipun sudah memasuki musim kemarau, namun untuk tahun ini cenderung masih turun hujan di sejumlah daerah. 

"Sudah masuk musim kering kemaraun, tapi kemaraunya memang kemarau basah memang tahun ini. Masih terus hujan, sehingga laporan kekeringan pun dari kabupaten kota itu belum ada yang menyampaikan secara resmi," ujar Dani, Senin (31/8/2020).


Kendati demikian, Dani mengatakan, pihaknya akan memastikan ketersediaan air tetap terjaga di level mayarakat. Di mana pihaknya menyiapkan tangki air sebagai upaya mitigasi. 

"Mitigasi kita memakai tangki air. Jadi kepala desa biasanya sudah tahu kontak kita di kabupaten kota. Jadi tangki tangki kita  sudah tersebar di kabupaten kota, nah itu nanti kita drop pakai air," papar dia. 

Sementara untuk daerah yang mengalami kekeringan menahun namun memiliki sumber air dengan jarak kurang dari lima kilometer, maka mitigas dilakukan dengan proyek pipanisasi. "Tapi ada desa desa yang betul betul tidak mempunyai sumber terdekat nah itu ya sudah pake tanki (air)," imbuh dia.

Dani mengaku, meskipun terdapat desa di Jabar yang yang sempat mengalami kekeringan di Jabar lantaran tidak turun hujan selama satu hingga dua pekan. Namun setelah pihaknya melakukan mitigasi hujan kembali turun. 

"Dan belum ada yang (kekeringan) sampai satu kecamatan, berapa RW berapa kampung, gitu saja," ungkapnya.

Disinggung mengenai daerah di Jabar yang langganan mengalami kekeringan, Dani menyampaikan salah satunya di daerah Pantai Utara (Pantura). Hanya saja dengan kehadiran Waduk Jatigede, masyarkat sekitar menjadi sedikit tertolong. 

Justru saat saat ini mitigasi dampak kekeringan rutin dilakukan di Bogor Barat menyusul banyaknya laporan dari masyarakat. Hal itu berbeda dengan Bogor Timur, seperti kawasan Puncak yang cenderung masih sering mengalami hujan.

"Jadi Jabar itu antik ya, dalam satu musim masih bisa terjadi tidak serempak. Nah kalau  kebakaran kemarin ada di Ciremai tapi masih skala kecil dan ditangani oleh petugas," pungkas Dani. (riantonurdiansyah)