Tolonglah, 20 Ribu UMKM Kabupaten Bogor Masih Gaptek

Tolonglah, 20 Ribu UMKM Kabupaten Bogor Masih Gaptek



INILAH, Bogor – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kabupaten Bogor masih butuh uluran bantuan dari pemerintah. Mereka ikut terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Dengan bantuan pemerintah daerah maupun pusat, mereka berharap bangkit dari keterpurukan dan kembali menghidupkan asa dengan meraih pundi-pundi rezeki.

"Saat ini pelaku UMKM terpuruk akibat pandemi Covid 19. Kami butuh (bantuan) mendagangkan produk kami secara offline dan online, untuk memaksimalkan usaha kami," kata Ketua Forum UMKM Kabupaten Bogor Hasan Haikal Thalib kepada wartawan, Senin, (31/8/2020).


Ia menerangkan dari 50 ribu anggota pelaku UMKM, baru 60 persen yang sudah memasarkan produknya secara online, sementara untuk offline mereka masih terkendala lokasi usaha.

“Sebanyak 40 persen pelaku UMKM masih gagap teknologi maupun ketidak memiliki gadget, laptop maupun sumber daya manusia (SDM) yang belum siap. Kalau untuk offline tidak semua produk bisa dipasarkan di Gallery UMKM yang ada di mall, objek wisata, rest area maupun pasar tradisional," terangnya.

Hasan menuturkan permasalahan afau kendala UMKM adalah minimnya modal hingga dirinya bersyukur pelaku UMKM mendapatkan bantuan berupa dana hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp2,4 juta.

"Kami bersyukur ada anggota UMKM kami yang mendapatkan bantuan dana hibah Rp 2,4 juta, namun masih banyak yang butuh hingga kami berharap mereka diberikan pinjaman atau suntikan dana dari bank milik pemerintah daerah," tutur Hasan.

Ia berharap masyarakat mencintai dan mau membeli produk-produk UMKM dari Bumi Tegar Beriman ketimbang membeli produk-produk import, dengan jenis produk yang sama.

"Dengan membeli produk UMKM asal Kabupaten Bogor atau daerah lainnya di Indonesia, maka kita bisa membantu pemerintah dalam menciptakan lowongan kerja. Selain itu produk UMKM kita kualitasnya juga lebih bagus hingga harus menjadi pilihan pertama apabila kita membutuhkan suatu produk," harapnya. (Reza Zurifwan)