Jumlah Armada Pemadam Kebakaran Purwakarta Minim

Jumlah Armada Pemadam Kebakaran Purwakarta Minim
net



INILAH, Purwakarta – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta menyebutkan, sepanjang 2019 lalu kasus kebakaran yang melanda wilayah ini cukup tinggi. Hingga akhir tahun kemarin, tercatat telah terjadi 438 kasus kebakaran atau meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 300 kasus.

Kepala DPKPB Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono membenarkan terkait hal itu. Pada 2019, ada peningkatan kasus kebakaran yang cukup signifikan. Adapun faktor penyebab kebakaran sendiri selain akibat kelalaian yang dilakukan manusia dan kejadian akibat hubungan pendek listrik.

“Yang paling mendominasi, yakni diakibatkan hubungan arus pendek listrik,” ujar Wibi kepada INILAH, Kamis (27/8/2020).


Menurut Wibi, musim kemarau sejauh ini juga menjadi salah satu penyumbang terbesar peningkatan kasus kebakaran di wilayahnya. Karena, saat cuaca kering seperti itu, potensi kebakaran cukup tinggi. Mungkin, akibat alam yang mengalami kekeringan, sehingga ada percikan api sedikit saja bisa menyebabkan kebakaran.

Namun, dirinya tak menampik jika selama ini ada satu kendala yang dihadapi pihaknya saat menjalankan tugas. Yakni keterbatasan kendaraan pemadam. Mengingat, saat ini kendaraan yang dimiliki dinasnya bisa dikatakan jauh dari kata ideal jika melihat luas wilayah. Yakni, hanya lima unit saja.

“Kalau berbicara ideal, jumlah armada pemadam yang kami miliki masih kurang,” kata dia.

Adapun lima unit armada yang dimiiki dinasnya itu, selama ini disiagakan di beberapa titik. Yakni, di UPTD Plered, Cikopo dan Wanayasa. Masing-masing UPTD disiagakan satu unit. Sedangkan, dua unit lainnya disiagakan di kantor pusat.

“Kalau melihat kebutuhan, idelanya di masing-masing UPTD itu disiagakan dua unit. Sisanya di kantor pusat. Jadi, minimalnya kita memiliki sembilan unit,” jelas dia.

Selain butuh tambahan armada, sambung dia, pihaknya pun butuh penambahan pos unit baru. Menurut dia, minimalnya ada lima titik pos unit yang siaga. Sehingga, jajarannya bisa lebih responsive saat terjadi kebakaran ataupun hal-hal lainnya.

“Kami juga butuh unit baru untuk membackup wilayah Kecamatan Sukasari dan Maniis. Sehingga, jika terjadi kasus kebakaran di wilayah itu, kami bisa respon cepat,” imbuh dia.

Wibi mengaku, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke bupati. Sesuai dengan petunjuk pimpinannya, di tahun ini ada alokasi anggaran untuk penambahan armada tersebut. Dengan penambahan armada ini, pihaknya berharap pelayanan terhadap masyarakat juga akan semakin maksimal.

Terkait wilayah yang rawan kasus kebakaran, Wibi menambahkan, ada beberapa wilayah yang paling diantisipasi oleh jajarannya. Semisal, Kecamatan Purwakart kota, Jatiluhur, Babakan Cikao, Sukatani, dan Bungursari. Hal itu, menilik dari intensitas kejadian yang memang selama ini kerap terjadi di wilayah-wilayah tersebut. (Asep Mulyana)