Kasus Korupsi Alsintan, Kejaksaan Tetapkan Pengusaha S Jadi Tersangka.

Kasus Korupsi Alsintan, Kejaksaan Tetapkan Pengusaha S Jadi Tersangka.
Kajari Sumber Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto. (Maman Suharman)



INILAH, Cirebon - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumber Kabupaten Cirebon, akhirnya menetapkan salah seorang pengusaha berinisial S, sebagai tersangka.

Penetapan tersangka S, menjawab keragu raguan publik, tentang keberanian Kejari Sumber mengungkap siapa penadah Alat Mesin Pertanian (Alsintan) selama ini.

"Tersangka S adalah pengusaha. Penetapan ini berdasarkan pengembangan pemeriksaan dari terdakwa Feri dan tersangka P," kata Kajari Sumber Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto, Senin (24/8/2020) sore WIB.


Kajari menjelaskan, teka teki tersangka S sebagai penadah terjawab, saat Kejaksaan melakukan gelar perkara. Dalam proses perjalanannya ditemukan beberapa alat bukti. Saat kejaksaan mendatangi rumah S, diakui Kajari banyak alat alat pertanian yang diduga dijual oleh oknum dinas pertanian kepada tersangka. Ini semakin menguatkan, bahwa S spesialis penadah dan pembeli alat alat pertanian.

"Memang barang bukti berupa traktor roda dua yang dijual oknum dinas pertanian ke S, tidak ada ditempat. Informasinya sudah dijual kembali dan tidak berada di daerah Cirebon," ungkap Kajari.

Menurut Kajari, akibat perbuatan tersebut, tersangka S bisa dijerat pasal 2 atau pasal 4. Bila memakai pasal 4, ancaman hukumannya bisa seumur hidup. Terkait apakah ada peran Kadis Pertanian, Ali Efendi, Tommy mengaku belum ditemukan indikasi ke arah itu. Namun sebagai bentuk pencegahan, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada Bupati Cirebon, yang berkaitan dengan Dinas Pertanian.

"Untuk kasus dinas pertanian, kami akan memberikan rekomendasi kepada bupati cirebon. Kami paparkan celah celah mana saja yang dijadikan para tersangka berbuat korupsi. Ini sebagai bentuk pencegahan dan komitmen kami memberantas korupsi," jelas Kajari.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Kejari Cirebon akan mengusut tuntas kasus korupsi bantuan alat mesin pertanian Alsintan berupa traktor roda empat, yang saat ini tengah ditangani.  Selain sudah menetapkan tersangka inisial P yang merupakan pejabat di Dinas Pertanian, saat itu kejaksaan menduga S (dulu tertulis inisial J, red) sebagai penadah.

Kasus penyalahgunaan Alsintan berupa dua unit traktor roda empat merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI tahun 2018. Dalam kasus tersebut, Kejaksaan akhirnya menetapkan Fp, P, dan S sebagai tersangka. Untuk Fp, statusnya saat ini sudah menjadi terdakwa. Sementara tersangka P dan S, saat ini masih belum ditahan. (maman suharman)