RTH di Garut Baru Cakup 10% Luas Kota, Pemkab Upayakan Ini

RTH di Garut Baru Cakup 10% Luas Kota, Pemkab Upayakan Ini
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan perkotaan Kabupaten Garut hingga kini baru mencakup sekitar sepuluh persen luas wilayah perkotaan.

Padahal Undang Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan perlunya penyediaan dan pemanfaatan RTH dengan proporsi luasan sedikitnya 30 persen dari luas wilayah kota.

Kabupaten Garut sendiri saat ini memiliki sebanyak 27 taman termasuk di tapal batas Kabupaten Garut-Kabupaten Bandung daerah Lebak Jero Kadungora dan di tapal batas Kabupaten Garut-Kabupaten Tasikmalaya daerah Cilawu, sembilan hutan kota, dan dua tempat pemakaman umum (TPU) di bawah pengelolaan langsung Pemkab Garut. Keberadaan hutan kota pun tersebar di sejumlah titik dengan luasan sangat terbatas.


Karenanya, kata Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut Dangsani, selain mengoptimalkan ruang terbuka hijau yang ada, pihaknya terus berupaya memperluasnya dengan mewajibkan setiap pembukaan jalur jalan baru di kawasan perkotaan disediakan RTH-nya. 

Merujuk Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, RTH sendiri merupakan area memanjang/jalur dan atau mengelompok yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun sengaja ditanam.

"RTH di kita paling baru mencakup sepuluh persen. Makanya untuk menambahnya, setiap ada pembukaan jalan baru di kawasan perkotaan, diharuskan menyediakan RTH," ujar Dangsani, Selasa (18/8/2020).

Dia pun yakin cakupan RTH di kawasan perkotaan di Garut akan bertambah dengan adanya rencana pembangunan taman dan lintasan olahraga joging sepanjang bantaran sungai Cimanuk kawasan Maktal Garut Kota pada 2021. Juga, pembangunan RTH melengkapi pembangunan kawasan komplek sarana olahraga Ciateul.

"Untuk penataan dan pemeliharaan RTH, taman kota misalnya, perlu telaten dan operasional lumayan besar supaya kondisinya tetap terawat, terutama pertumbuhan tanaman hiasnya. Jenis tanaman pun harus dipilih dari jenis yang tanahnya cocok, tahan terkena sinar matahari langsung, dan tak mudah terkena polusi asap kendaraan. Apalagi di musim kemarau, harus lebih telaten," kata Dangsani. 

Untuk menyiasatinya, lanjut Dangsani, pihaknya menawarkan pembangunan dan penataan taman berukuran besar ke perusahaan-perusahaan dengan program CSR (corporate social responsibility)-nya. Salah satunya taman di kawasan Bundaran Simpang Lima Kecamatan Tarogong Kidul.(zainulmukhtar)