Cara Pemprov Bikin Meriah HUT RI ke-75

Cara Pemprov Bikin Meriah HUT RI ke-75
istimewa



INILAH, Bandung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan penyesuaian pada rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Republik Indonesia. Dalam massa pandemi Covid-19 ini, tetap akan digelar namun diberlakukan pembatasan   peserta. 

 

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Jabar, Hermansyah mengatakan, ada perbedaan yang sangat mencolok pada perayaan HUT RI tahun 2020 ini disandingkan tahun lalu. Mengingat, saat ini masih dalam status pandemi Covid-19. 


 

"Tahun 2020 ini tentu sangat berbeda dengan 2019, kita menghadapi pandemi ini tentunya juga pelaksanaan kegiatan oleh pemerintah daerah juga akan menyesuaikan dengan kondisi saat ini," ujar Hermansyah di Bandung, Kamis (13/8/2020).

 

Hermasyah menambahkan, terdapat beberapa acara yang bakal dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan HUT ke-75 RI. Di mana akan dimulai dengan mendengarkan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan digelar secara virtual pada tanggal 14 Agustus.

 

 

Selain itu, pihaknya pun tetap akan menggelar renungan suci di malam hari kemerdekaan, hal itu seperti pada HUT RI tahun sebelumnya.  Hanya saja, untuk tahun ini akan dilaksanakan dengan jumlah peserta yang terbatas.

 

"Kemudian, pada tanggal 16 Agustus malam, ada renungan suci. Biasanya melibatkan sekitar 200 peserta, namun kali ini dibatasi hanya 20 peserta dimana yang hadir hanya Pak Gubernur ditambah Forkopimda, dan petugas upacara (renungan suci)," sebutnya. 

 

 

Adapun tepat pada tanggal 17 Agustus, upacara HUT ke-75 RI tetap digelar dengan peserta yang juga sangat terbatas. Dia mengatakan, tahun ini tidak menggunakan Lapangan Gasibu untuk lokasi pelaksanaan upacara melainkan di halaman Gedung Sate. 

 

"Peserta yang terlibat juga sangat terbatas, yakni Pak Gubernur, Wakil Gubernur, Forkopimda beserta ibu masing-masing ditambah Pak Sekda. Lainnya itu petugas upacara," katanya.

 

Tidak hanya itu, petugas upacara yang terlibat juga tidak sebanyak tahun lalu, yakni hanya tiga orang pengibar bendera ditambah 25 anggota pasukan yang terdiri dari TNI, Polri, dan ASN. 

 

"Jadi, (pejabat) eselon 2, eselon 3 yang lain mengikuti secara virtual, termasuk (ASN) yang bekerja di rumah. Bagi ASN yang ngantor juga mengikuti secara virtual dengan memakai pakaian sipil lengkap, sehingga mereka juga bisa khidmat mengikuti upacara," paparnya.

 

Lebih lanjut, Hermansyah menambahkan, pada Agustus tahun ini, terdapat dua agenda besar yang bakal digelar Pemprov Jabar. Selain HUT ke-75 RI, Pemprov Jabar juga bakal mengelar HUT ke-75 Provinsi Jabar.

 

Adapun pelaksanaan HUT ke-75 Provinsi Jabar yang bakal digelar 19 Agustus mendatang, tambah Hermansyah, juga akan digelar tanpa kemeriahan dan melibatkan banyak orang. 

 

"Ini tetap kita gelar kegiatan seperti upacara, tapi dengan peserta yang juga sangat terbatas. Hanya Pak Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, dan Forkopimda beserta ibu masing-masing. Sisanya hanya petugas upacara. Jadi tidak banyak, sekitar 25 orang yang hadir," katanya.

 

Pihaknya juga mengimbau seluruh warga Jabar, agar menggelar kegiatan Hari Kemerdekaan dengan cara yang berbeda dibandingkan tahun lalu yang penuh kemeriahan.

 

"Saya rasa bahwa kita bukan berarti tidak bisa mengikuti itu, secara  kemeriahan itu bukan tidak bisa dirasakan, saya rasa caranya saja yang harus berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," pungkas Hermansyah. (riantonurdiansyah)