Warga Diimbau Bunyikan Sirine Pada HUT RI Ke-75

Warga Diimbau Bunyikan Sirine Pada HUT RI Ke-75
istimewa



INILAH, Bandung - Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga Kota Bandung diimbau membunyikan sirine dan menghentikan aktivitasnya sejenak pada Senin (17/8/2020) pada pukul 10.17 sampai 10.20 WIB.

Hal itu sesuai dengan Sesuai Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Nomor: B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020 tanggal 6 Juli 2020 pada upacara peringatan HUT ke-75 RI.

"Tapi di sini hanya untuk mengikat rasa dan penghormatan bangsa negara di tingkat Kota Bandung. Makanya sirine ini ditentukan waktunya, karena ada makna. Tidak boleh sembarangan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna pada Senin (12/8/2020). 


Kendati demikian, dia mengaku masih menunggu hasil koordinasi dengan Komando Garnisun Tetap II (Kogartap II) Bandung mengenai mekanisme penyalaan sirine atau sejenisnya yang akan dilakukan seluruh warga pada peringatan hari kemerdekaan tersebut. 

“Supaya ada gerak tindak yang sama di masyarakat dan tidak ada persepsi masing-masing,” ucapnya. 

Selain itu pengecualian membunyikan sirine dan penghentian aktivitas sejenak berlaku bagi warga dengan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Di luar itu, dia berharap perayaan peringatan kemerdekaan Indonesia pada tetap berlangsung khidmat. 

“Petugas upacara jauh dari kebiasaan normal sehingga ada pembatasan jumlah. Tetapi harus berjalan dengan baik," ujar dia. 

Ema juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap menanamkan rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap negara.

“Pengorbanan nilai jual di masa kekinian dan kebutuhan ke depan tetap harus ditampilkan oleh seluruh aparat. Tidak boleh ada degradasi nilai rasa cinta kepada Republik Indonesia,” tandasnya.

Pada upacara peringatan tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal ini karenakan masih adanya pandemi Covid-19.

Petugas upacara juga terbatas. Mereka terdiri dari unsur Forkopimda pasukan TNI Polri (20 orang), korps musik (24 orang), anggota Paskibraka (delapan orang yang terbagi empat orang tugas pagi dan empat orang tugas sore), pembaca teks proklamasi dan pembaca doa dari Kementeria Agama, serta MC. (Yogo Triastopo)