Kesulitan Air Bersih Mulai Mengintai Warga Garut

Kesulitan Air Bersih Mulai Mengintai Warga Garut
Foto: Zainulmukhtar



NILAH, Garut- Kendati musim kemarau belum berlangsung lama,  krisis air bersih mulai mengintai warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Garut.

Hal itu terjadi menyusul mulai menurunnya debit air pada sumber mata air memasuki kemarau saat ini. Kondisi tersebut paling dirasakan di wilayah-wilayah langganan kesulitan air bersih, seperti di Kecamatan Selaawi, Balubur Limbangan, Cibatu, dan Kecamatan Cibiuk.

Sebagian warga yang menggantungkan pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minumnya pada sumur gali terpaksa melakukan penggalian sumur lebih dalam. Mereka berharap ada titik sumber air tambahan agar debit air sumur dapat terjaga.


Untuk memenuhi keperluan mencuci baju dan barang keperluan rumah tangga, sebagian mereka memanfaatkan aliran kali atau sungai yang debit airnya masih dinilai mencukupi.
Sedangkan untuk memenuhi pengairan areal pertanian dan kolam ikan, sebagian warga hanya bisa pasrah. Sebab, aliran sungai yang biasanya menjadi pasokan utama kebutuhan pengairannya mulai surut, bahkan mengering. Banyak sungai kini hanya menyisakan tumpukan berbagai jenis sampah.

“Banyak sumur di daerah kita sudah mulai berkurang drastis debit airnya. Untungnya ada aliran irigasi dari sungai Cipancar yang dapat kita manfaatkan untuk mandi atau cuci baju dan alat dapur. Sedangkan untuk kolam ikan, banyak yang mulai dibiarkan kering karena memang enggak ada sumber airnya. Kalau pun menarik air dari sungai, butuh biaya lumayan besar. Apalagi kondisi Covid-19 seperti sekarang, dari mana biayanya ?"  kata Agus M (49) warga Desa Limbangan Timur Kecamatan Balubur Limbangan, Minggu (9/8/2020).

Senada dikemukakan Ajat (30) warga Kecamatan Tarogong Kaler. Dia menyebutkan, saat ini, banyak aliran irigasi di daerahnya sudah mulai kehilangan debit airnya.

Berkurangnya debit air juga dirasakan Perumda Air Minum Tirta Intan Kabupaten Garut yang berdampak pada terganggunya pelayanan air minum kepada sejumlah pelanggan. 

Secara khusus, pihak PDAM menyampaikan permintaan maafnya atas terjadinya gangguan pelayanan terhadap konsumen di area layanan Cabang Garut Kota wilayah pelayanan Guntur, Sudirman, Suci Permai, Mandala dan sebagian Tarogong Kidul dengan alasan ada optimalisasi perbaikan di mata air Cipulus. Hal itu akibat terjadinya penurunan debit air pada mata air tersebut pada musim kemarau sekarang.

Menurut Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Intan Garut Aja Rowikarim, diperkirakan pelayanan terhadap konsumen kembali normal pada 12 Agustus 2020.

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut juga merasakan dampak kemarau sekarang ini. 
Kepala Bidang Operasi dan Penyelamatan Wawan Sobarwan mengatakan, belakangan ini, pihaknya kerap mendapat permintaan bantuan untuk penyiraman areal-areal pertamanan di sekitar perkotaan untuk menjaga keberadaan tanamannya. Sebab pertumbuhan tanaman di taman tersebut tak lagi bisa mengandalkan air hujan sejak memasuki kemarau.(zainulmukhtar)