Partai Emas Siapkan Sekolah Online bagi Masyarakat Kurang Mampu

Partai Emas Siapkan Sekolah Online bagi Masyarakat Kurang Mampu
Ilustrasi (antara)



INILAH, Jakarta - Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas), besutan Hasnaeni yang berjuluk "Wanita Emas", sedang menyiapkan pendirian sekolah "online" sebagai salah satu programnya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

"Kami akan memasukkan satu program Partai Emas, yaitu sekolah 'online'. Kami akan membuat sekolah 'online' untuk seluruh Indonesia dengan biaya cukup murah," kata Hasnaeni melalui pernyataan tertulis, di Jakarta, Jumat.

Melalui partai yang dirintisnya, pemilik nama lengkap Mischa Hasnaeni Moein itu ingin menghadirkan program yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, yakni program Emas Pintar.


Hasnaeni membuat program tersebut karena melihat masih ada masyarakat Indonesia dengan kondisi yang masih terbelakang di bidang pendidikan.

Menurut dia, sekolah daring buatan Partai Emas juga akan menghasilkan ijazah bagi siswa yang telah menyelesaikan program dan jenjang pendidikannya seperti sekolah pada umumnya.

Hasnaeni menjelaskan program sekolah "online" itu akan didaftarkan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga ijazah yang dikeluarkan sah dan diakui oleh negara.

Rencananya, Partai Emas menyiapkan program sekolah "online" itu mulai jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA) yang diluncurkan pada bulan September.

"Bagi masyarakat yang berminat mengenyam pendidikan sekolah ini cukup membayar uang pendaftaran sebesar Rp10 ribu, kemudian biaya SPP setiap bulannya Rp100 ribu," katanya.

Meski berbiaya murah, Hasnaeni memastikan jaminan kualitas pembelajaran yang diberikan sekolah "online", sebab para siswa nanti akan diajarkan berbahasa asing, yakni bahasa Inggris.

Menurut dia, kemampuan bahasa internasional penting untuk meningkatkan kapasitas lulusan sekolah sehingga mereka memiliki kemampuan sesuai standar global.

Dengan kemampuan lulusan yang baik, kata Hasnaeni, alumni sekolah program Emas Pintar diharapkan bisa lebih mudah diserap perusahaan pencari tenaga kerja sehingga bisa mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

"Ketika kita belajar hingga menjadi pintar, tentunya bisa membantu mengurangi angka kemiskinan di republik ini," katanya.

Hasnaeni diketahui memiliki pengalaman di dunia politik dengan aktif di parpol, di antaranya menjabat Wakil Bendahara Umum Partai Hanura. (antara)