Sebelum Proses Izin Baru, UMC Diminta Bayar Denda

Sebelum Proses Izin Baru, UMC Diminta Bayar Denda
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Mahmud Jawa meminta Universitas Muhamadiyah Cirebon (UMC) segera membayar denda. Hal itu berkaitan dengan belum adanya IMB pada Kampus II UMC yang berlokasi di Watubelah Kabupaten Cirebon.

"Sebaiknya UMC menghentikan proses izin baru. Jangan membuat kesalahan di atas kelalaian. Aturannya bayar denda dulu ke Pemkab Cirebon. Kalau sekarang UMC sedang proses izin baru, ya hentikan dulu," kata Mahmud Jawa, Kamis (23/7/2020).

Dia menjelaskan, proses izin baru yang sekarang sedang ditempuh UMC itu dinilainya keliru. Seharusnya, kata dia, mereka menunggu surat dari Pemkab Cirebon. Ketika sudah muncul berapa nilai objek pajak yang harus dibayarkan, baru pihak UMC bisa memproses perizinan baru. Hal itu bisa dilakukan tim appraisal berapa nilai denda yang akan dikeluarkan.


"DPKPP harus segera menghitung berapa denda yang harus dibayarkan UMC. Pokoknya selesaikan dulu dendanya, baru urus proses perizinan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Perumahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon Agas Sukma Nugraha mengaku tidak tahu berapa nilai harga bangunan tersebut. Namun menurutnya, hitungan denda tidak mengacu kepada denda 10 persen dari nilai bangunan.

"Kalau tidak salah denda 10 persen dari nilai bangunan, itu diralat. Sekarang lagi proses di bagian hukum berapa nilai dendanya, jelas Agas.

Sedangkan, Kabid IMB Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunarsa mengaku belum menerima berkas izin IMB baru dari UMC. Menurutnya, kemungkinan masih proses Pertek BPN atau bisa jadi proses alih fungsi lahan. Dia menyebutkan, UMC kini sedang menempuh proses izin baru namun belum sampai ke DPMPTSP.

Terpisah, Humas UMC Yusron membenarkan pihaknya sedang melakukan proses izin. Namun, Yusron mempertanyakan kenapa sampai saat ini Pemkab Cirebon belum juga mengeluarkan surat denda kepada pihak UMC.

"Kami tidak ingin membela diri. Kami tetap berproses. Sanksinya dari Pemda saja belum turun, ya bagaimana kami mau membayar denda. Intinya, kami ikuti semua aturan yang sudah ditetapkan," tukasnya. (Maman Suharman)