SK Gubernur Tentang Protokol Kesehatan Olahraga Publik Sedang Digodok

SK Gubernur Tentang Protokol Kesehatan Olahraga Publik Sedang Digodok



INILAH, Bandung- Meningkatkan kekebalan tubuh dinilai menjadi cara paling manjur menangkal Covid-19 sebelum ditemukannya vaksin. Salah satu upaya tersebut dapat ditempuh dengan melakukan aktivitas olahraga. 

Namun di massa Pandemi Covid-19, diperlukan banyak penyesuaian atau kebiasaan baru tatkala melakukan olahraga. 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat Engkus Sutisna mengatakan, saat ini pihaknya sedang menggodok Surat Keputusan Gubernur mengenai protokol kesehatan dalam rangka melaksanakan olahraga publik.


"Surat sudah masuk di Gugus Tugas (Pelaksanaan dan Penanggulangan Covid-19 Jabar), karena ini harus mendapat pertimbangan di Gugus Tugas. Nanti kalau sudah ada kita simulasikan," ujar Engkus, Rabu (22/7/2020) 

Engkus menyampaikan, terdapat beberapa pertimbangan dalam melaksanakan olahraga di massa pandemi Covid-19 khususnya yang dilaksanakan di tempat umum dan ditengah keramaian. Dia mencontohkan, saat ini pihaknya belum dapat membuka Sarana Olah Raga (SOR) Arcamanik berdasarkan hasil pertimbangan tersebut.

Dia mengaku, telah melalukan koordinasi dengan kepala wilayah setempat, baik itu bersama Camat, Lurah maupun Kapolsek. 

"Memang belum saatnya untuk dibuka karena di sekitar arcamanik ini pernah ada kejadian Covid dan ada yang meninggal," ucapnya. 

Namun di sisi lain keinginan masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga sangat besar. Hal itu ditunjukan dengan maraknya pengguna sepeda hingga menjadi tren dewasa ini. 

"Kembali lagi kepada kebijakan, kita juga tidak mau dari olahraga muncul klaster baru," ucapnya.

Engkus menambahkan, pertimbangan lainnya yaitu berkaitan dengan cabang olah raga yang digelar. Di mana cabang olah raga yang dilakukan secara beregu atau tim memiliki potensi lebih besar terjadi penyebaran Covid-19. 


"Misalkan kalau untuk tenis meja single, itu tidak masalah kan jaga jarak. Tapi kalau menyangkut bola basket, bolanya kan satu diperebutkan oleh sekian orang. Nah kemungkinan besar olahraga yang seperti itu kebiasaan barunya nanti di ujung," pungkasnya.  (riantonurdiansyah)