Liga 1 Tanpa Penonton, Kim: Kita Hidup untuk Suporter

Liga 1 Tanpa Penonton, Kim: Kita Hidup untuk Suporter
Gelandang Persib Bandung Kim Jeffrey Kurniawan. (Muhammad Ginanjar)



INILAH, Bandung - Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan mengaku belum bisa membayangkan jika lanjutan Liga 1 2020 digelar tanpa penonton.

Menurutnya, sebagai pemain sepak bola, penonton memiliki peran yang sangat penting. Yakni bisa membangkitkan motivasi pemain saat bermain. 

"Kita semua, pemain sepak bola di satu sisi pasti kita hidup untuk suporter. Sepak bola tanpa suporter seperti ada yang kurang kan," ungkap Kim. 


Meski demikian, pemilik bernomor punggung 23 ini tidak mau memaksakan diri. Sebab tujuan utama tanpa penonton ini untuk meminimalisir penyebaran virus Corona (Covid-19).

"Seperti saya pendukung Bayern Munchen di Bundesliga menyambut baik walaupun liganya bergulir tanpa suporter. Semuanya, ultrasnya juga setuju dan menunjukan bahwa Jerman luar biaza profesional dalam kesehatan dan lain-lain. Ya bisa dibilang istimewa," katanya.

Sebagai suporter, Kim mengaku rasa rindunya melihat penampilan tim kesayangannya juga terobati. Sebab seluruh pertandingan masih bisa disaksikan di layar kaca. 

"Sebagai suporter hanya bisa menonton lewat TV tetap senang karena sekian lama tidak ada sepak bola akhirnya ada lagi sepak bola meskipun tidak datang ke stadion. Tapi tetap kita senang ada sepak bola," tuturnya.

Karena itu, pemain naturalisasi asal Jerman ini berharap kondisi ini juga dirasakan Bobotoh. Yakni tidak memaksakan untuk pergi ke Stadion jika PSSI memutuskan pertandingan digelar tanpa penonton. 

"Harapan saya semoga disini sama meskipun tidak bisa hadir ke Stadion karena untuk keselematan kita semua. Mungkin itu solusi terbaik untuk kita karena kita tidak ingin, tidak ada sepak bola tahun depan," tegasnya. 

Menurut Kim, kesehatan adalah yang utama untuk dilakukan. Sebab sampai saat ini pandemi virus Corona (Covid-19) khususnya di Indonesia belum benar-benar berakhir.

"Jangan lupa kita pemain punya tanggung jawab besar. Maka dari itu kita akan menjaga diri sendiri. Saya juga ingin menjadi contoh yang baik dalam hal ini di luar lapangan. Karena ini sangat penting," katanya. 

Kim mengaku sebenarnya pertandingan tanpa suporter tak nampak asing bagi timnya. Itu pernah terjadi tepat di musim 2018 saat Persib mendapatkan sanksi dari PSSI.

"Kita kan sudah pernah ke Bali tanpa suporter, jadi situasi ini berubah karena tidak adanya virus ini, keadaannya pernah kita alami. Hal seperti ini sebenarnya mental saja, mungkin di jaman Mario Gomez bermain tanpa suporter kita tahu hasilnya tidak baik lah. Tapi kita membuktikan juga kalau kita bisa walaupun tanpa suporter bisa meraih kemenangan. Jadi kalau siap mental saya yakin kita bisa lakukan hal yang kemarin juga," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)