Tegas Tolak Murid Rekomendasi Atau Titipan PPDB

Tegas Tolak Murid Rekomendasi Atau Titipan PPDB



INILAH, Bandung - Ombudsman Perwakilan Jawa Barat meminta sekolah-sekolah untuk berani menolak rekomendasi atau murid titipan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD). Artinya, sekolah harus menerapkan prinsip keadilan dalam PPDB.

Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Barat Haneda Sri Lastoto, menegaskan, sekolah manapun baik tingkat SMA atau SD tidak tunduk kepada surat semacam rekomendasi jika memang menyalahi aturan.

Kewenangan dalam PPDB sepenuhnya ada di pihak sekolah dan siswa yang berhak lulus memang mereka harus memenuhi seluruh persyaratan dalam aturan PPDB 2020.

"Harus dipastikan (mereka yang lolos) memenuhi syarat-syarat," ucap Haneda saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (13/6/2020).

Selain itu, menyoroti viralnya surat rekomendasi dari instasi legeslatif di Jawa Barat. Haneda menuturkan, hal seperti surat rekomendasi harus segera dievaluasi secara bersama oleh DPRD khususnya.

Harus ada kejelasan secara obyektif dari yang bersangkutan. Selain itu pihak sekolah yang dituju harus berani menolak permintaan itu karena tidak sesuai dengan persyaratan dalam alur PPDB 2020.

"Setelah itu tinggal dicoret saja rekomendasi dari sekolahan yang dituju, dianggap cacat administrasi dan cacat prosedur. Kasihan anak didik yang tercantum surat itu, jangan sampai menghancurkan masa depannya karena justru menjadi korban," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)