Target Capaian Pajak Daerah Purwakarta Naik 20 Persen

Target Capaian Pajak Daerah Purwakarta Naik 20 Persen



INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta menargetkan pendapatan dari pajak daerah pada tahun 2019 mencapai Rp256 miliar atau naik sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan dari sektor pajak ini akan diimplementasikan untuk kebutuhan program pembangunan.
 
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta Iyus Permana mengatakan, pihaknya optimistis target pajak daerah bisa tercapai. Kendati besaran pendapatan pajak tahun sebelumnya hanya mampu menembus 98 persen dari target.
 
"Tahun lalu, realisasi pendapatan pajak daerah kita hanya mencapai Rp222,43 miliar atau 98 persen dari target yang mencapai Rp225 miliar. Tapi kami optimis, pendapatan sektor pajak tahun ini akan meningkat," ujar Iyus kepada INILAH, Rabu (23/1/2019).
 
Iyus beralasan, optimistismenya itu meningkat karena pada tahun ini banyak program yang akan digulirkan untuk menggenjot pendapatan pajak. Pihanya tak menampik jika tahun lalu capaian pajak kurang maksimal, meskipun sebetulnya kurang 2 persen.
 
Dia mengaku, ada banyak kendala yang membuat capaian pajak tak sesuai target. Salah satunya terdapat potensial pajak yang hilang, di antaranya rumah makan yang belum terdata sebagai wajib pajak. 
 
"Di kita yang lost pajaknya banyak. Jumlahnya tidak terhitung. Banyak rumah makan yang belum terdata. Tapi kita akui, itu karena kami kekurangan SDM untuk melakukan pendataan," jelasnya.
 
Meski demikian, Iyus yakin target pajak tahun ini bisa terealisasi. Apalagi banyak potensi pajak yang bisa digali, sebagaimana diatur UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, di antaranya pajak hotel, restoran, reklame, parkir, dan air tanah.
 
Selain itu, adanya peluang cukup besar penggalian potensi daerah, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang selama ini menjadi penyumpang pertama dalam pendapatan pajak daerah. 
 
"Pendapatan dari PPJ, selama ini yang terbesar. Tahun kemarin saja mencapai Rp 64 miliar," tambah dia. 
 
Iyus mengatakan, jajarannya akan mendorong peningkatan pendapatan pajak dengan memberikan reward kepada para wajib pajak yang selama ini dianggap paling sadar pajak. 
 
"Ini sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah," kata dia. 
 
Di 2018 kemarin, sambung dia, ada 50 wajib pajak yang mendapat penghargaan. Ada beberapa kategori penilaian, yakni terbaik, terbesar, tertaat dan terpatuh. Kebanyakan, mereka adalah para pengelola hotel dan restoran.