FAGI Jabar Ajukan Syarat KBM Saat Pandemi

FAGI Jabar Ajukan Syarat KBM Saat Pandemi
ilustrasi



INILAH, Bandung - Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat memohon kepada Gubernur/Walikota /Bupati se-Jabar untuk memperpanjang masa belajar di rumah yang habis pada 29 Mei 2020, sebab sekolah belum siap lakukan new normal.

 

Ketua FAGI Iwan Hermawan mengatakan ada delapan poin persyaratan kegiatan belajar mengajar (KBM) saat pandemi Covid-19 yang diajukan FAGI Jabar.


 

Pertama, sebelum masuk setiap siswa, guru, tenaga administrasi sekolah (TAS) dan office boy (OB), tamu wajib diukur suhu badan di pintu gerbang masuk sekolah.

 

Kedua, setiap siswa, guru, TAS dan OB wajib cuci tangan pake sabun sebelum masuk kelas/ruangkan kerja. Ketiga jaga jarak saat KBM/kerja, ideal per kelas hanya 20 orang (perlu pengaturan shif kelas) atau ketika kegiatan di luar kelas seperti di kantin, salat berjamaah, dan tidak ada upacara/apel siswa.

 

Poin keempat adalah, minimal dua hari sehari kelas dan ruangan kerja di semprot cairan disinfektan dan tiap meja guru ada Hand Sanitizer. Kelima di unit kegiatan sekolah (UKS) wajib disediakan alat pelondung diri (APD) (baju hasmat, kaos tangan, kacamata google/Faceshield).

 

Keenam dibentuk tim gugus tugas Covid 19 tingkat sekolah dan standby piket untuk menerima/menginformasikan via telrpelon secara Hotline. Ketujuh harus ada rapid test untuk semua warga sekolah sebelum masuk sekolah/kerja.

 

Point yang terakhir adalah bagi yang reaktif Covid-19 /ODP atau punya penyakit berat tidak boleh masuk belajar/bekerja dirumah.

 

"Pada umumnya sekolah belum siap melakukan delapan persyaratan tersebut. Dalam kalender akademik rencananya antara tanggal 3-14 Juni 2020 akan di gelar penilaian akhir tahun (PAT) untuk menentukan kenaikan kelas, baiknya dilaksanakan secara daring saja atau melalui penugasan," imbuh Iwan, Rabu (27/5/2020).

 

Iwan mebambahkan FAGI Jabar khawatir sekolah yang jumlahnya lebih dari 1000 siswa akan jadi klaster-klaster baru pandemi covid 19 di Jawa Barat. (Okky Adiana).