Di Tengah Lockdown, Bintang Liga Primer Rame-rame Perkosa Wanita

Di Tengah Lockdown, Bintang Liga Primer Rame-rame Perkosa Wanita



INILAH, London - Ulah pemain Liga Primer Inggris makin menjadi saja. Seorang di antaranya dilaporkan memperkosa seorang wanita secara ramai-ramai di tengah pesta lockdown. Sang wanita diperdaya dengan minuman yang dicampur dengan serbuk tertentu.

Wanita yang menyebut dirinya sebagai korban itu menyatakan dia melaporkan kepada polisi setelah tanpa sadar terbangun di samping pemain Liga Primer itu. Hanya, tak disebutkan siapa nama pemain dan klub apa yang dia perkuat.

Yang jelas, sang pemain dituduh ikut ambil bagian dalam kasus pemerkosaan secara keroyokan di sebuah flat bersama rekan-rekannya. Wanita yang identitasnya disembunyikan untuk alasan legal itu, mengklaim minumannya dicampur dengan serbuk tertentu sehingga dia tak sadarkan diri.

Wanita itu khawatir, buakn hanya sang pemain, sejumlah rekan bintang Liga Primer itu juga ikut-ikutan memperkosanya.

Seorang kawan wanita yang jadi korban itu menyatakan sang wanita tak ingat apa yang terjadi malam itu, kecuali bahwa dirinya menenggak minuman tak lebih dari dua gelas. Dia bilang, korban bertindak aneh dan malam itu diluar dari kelakuan biasanya.

Wanita yang jadi korban itu mengaku dirinya terbangun dari tidur di samping sang pemain di pagi hari dengan goresan di kakinya. Dia pun bertanya kepada bintang Liga Primer itu, apa yang terjadi malam sebelumnya.

Dia mengklaim, pemain yang juga tak mengenakan selembar benang itu pun menyatakan mereka berhubungan badan. "Dia bahkan sulit berdiri malam sebelumnya. Tak ada cerita dia memang ingin melakukan itu," ujar rekannya.

Sehari setelah peristiwa itu, sang wanita menerima panggilan dari nomor yang tak dikenal dari seseorang yang mengklaim bahwa pemain dan rekan-rekannya mencampurkan bubuk tertentu di minumannya pada pesta itu.

Dia menyatakan kemudian pergi ke kantor polisi dan melaporkan dugaan pemerkosaan. Wanita itu menyatakan dirinya dimintai keterangan oleh polisi dan sudah menjalami pemeriksaan forensik dari dokter dan staf medis.