Kompetisi Terhenti, Latihan Persib Jalan Terus, Ini Kata Supardi Nasir

Kompetisi Terhenti, Latihan Persib Jalan Terus, Ini Kata Supardi Nasir
Kapten Persib Bandung Supardi Nasir. (Muhammad Ginanjar)



INILAH, Bandung - Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir angkat bicara soal program latihan yang dijalankan meski Liga 1 2020 dihentikan sementara karena pandemi corona. 

Menurutnya sebagai pemain, wajib hukumnya untuk melaksanakan program yang dibuat pelatih, sekalipun kompetisi tertinggi tanah air itu baru akan digelar kembali pada dua pekan kedepan. 

"Hak sebagai pemain, berlatih ya berlatih, kompetisi itu bukan urusan pemain karena manajemen yang lebih berhak untuk itu. Hak nya pemain ya di kasih porsi latihan ke pemain," ungkap Supardi di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, Kamis (19/3/2020). 


Supardi mengatakan dua pekan bukan waktu yang lama. Terlebih lawan yang akan dihadapi timnya nanti adalah Persita Tangerang. 

"Kita punya jadwal tanggal 5 lawan Persita dan fokus itu. Untuk selanjutnya kita gak pikirkan itu, kita fokus tanggal 5. Apakah itu jadi atau tidak ya bukan urusannya," tegasnya. 

Pemilik nomor punggung 22 ini akui penghentian Liga ini sebenarnya cukup menganggu timnya. Sebab saat ini timnya sedang onfire. Terbukti tiga kemenangan beruntun didapatkan dari tiga laga yang telah dilakoni.

"Sebenarnya tidak efektif saat tim lagi meningkat terus jeda. Kita harus cari momen, perlu waktu lagi. Kalau kemarin kompetisi di lanjut terus ya kita hanya menjaga. Tapi ya sekarang kita harus adaptasi lagi karena pelatih punya program gimana caranya moment ini terjaga terus," tuturnya. 

Bahkan, lanjutnya timnya juga tidak bisa melaksanakan programnya dengan baik karena kesulitan mencari tempat latihan. Beberapa fasilitas di antaranya harus ditutup untuk menghindari virus corona. 

"Kita juga harus menjaga jarak. Bukan berarti menyembunyikan informasi, tapi ini buat kebaikan kita. Jadi saya harap bisa memaklumi demi kebaikan kita semua. Kita juga tidak pernah tahu dan ini permasalahan yang serius. Jadi kita engga bisa anggap remeh, kita engga tahu diluar," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)