Aya-aya Wae... Diminta Belajar di Rumah, Sejumlah Pelajar Purwakarta Malah Main Game Online

Aya-aya Wae... Diminta Belajar di Rumah, Sejumlah Pelajar Purwakarta Malah Main Game Online
Foto: Asep Mulyana



INILAH, Purwakarta – Jajaran Pemkab Purwakarta saat ini telah meningkatkan kewaspadan terkait wabah virus corona. Salah satu upayanya, yakni dengan membentuk satuan tugas khusus (Satgassus) sebagai bagian dari antisipasi dan pencegahan. Termasuk membuat beberapa edaran untuk masyarakat.

Salah satu edaran yang telah disosialisasikan itu, di antaranya mengenai penghentian sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah untuk para siswa dari berbagai tingkatan pendidikan. Jadi, kegiatan belajar tetap ada, tapi untuk dua pekan kedepan dilakukan di rumah masing-masing. Jadi, guru hanya menyiapkan materi pelajaran untuk  tugas para siswanya selama di rumah.

Sayangnya, masih banyak yang menyalah artikan kebijakan mengenai penghentian KBM di sekolah ini. Hal mana, banyak pelajar yang di antaranya malah bermain dan berkumpul di suatu tempat. Ironisnya, bukannya belajar, mereka malah sedang asik bermain game online.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Purwakarta Aulia Pamungkas membenarkan jika ada beberapa pelajar yang diketahui sedang asik bermain di satu tempat. Hal itu diketahui, saat anggotanya menyisir sejumlah lokasi untuk menyosialisasikan mengenai edaran dari pemerintah.

“Kemarin, saat kami sedang sosialiasi ada lima siswa yang kami temukan sedang berkumpul dan bermain game online di warung internet,” ujar Aulia yang juga merupakan bagian dari Satgas Khusus pencegahan Covid-19 itu kepada INILAH, Rabu (19/3/2020).

Aulia mengaku, para pelajar yang terciduk sedang bermain itu kemudian dibawa ke kantor Satpol PP. kemudian, orang tua mereka dipanggil untuk diberikan pemahaman mengenai edaran tersebut. Dalam hal ini, pihaknya turut prihatin karena masih ada pelajar yang salah dalam memanfaatkan penghentian KBM di sekolah.

“Seluruh tempat kami sisir, dari mulai warnet hingga tempat hiburan anak lainnya. Kami berharap, orang tua juga turut berperan untuk menerapkan edaran tersebut. Ini demi kebaikan bersama,” jelas dia. (Asep Mulyana)