Kota Bandung Keluarkan Kebijakan WFH

Kota Bandung Keluarkan Kebijakan WFH
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung Yayan A Briliana. (yogo triastopo)



INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperbolehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja di rumah untuk mengantisipasi dampak penyebaran virus corona.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung Yayan A Briliana mengatakan, ASN Kota Bandung akan bekerja di rumah selama dua pekan ke depan.

"Sesuai dengan surat edaran pak sekda, bahwa memperbolehkan ASN untuk Work from Home (WFH)," kata Yayan di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Selasa (17/3/2020).


Menurut dia, ASN WFH adalah mereka yang bekerja di luar kota atau luar negeri. Lalu ASN dengan usia di atas 50 tahun, dan juga para pejabat pengawas terkecuali kepala kelurahan.

"Yang menentukan ASN ini (WFH) adalah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tetapi pembatasan sampai di 30 persen untuk staf yang boleh bekerja di rumah," ucapnya.

Selain WFH untuk para ASN, pemerintah kota turut membatasi kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang. Salah satu contoh tidak adanya apel pagi sementara waktu.

"Kemudian di setiap ruangan diimbau untuk menyiapkan hand sanitizer. Lalu tamu yang akan berkunjung ditangguhkan sampai dengan 31 Maret sejalan dengan imbauan," ujar dia.

Kebijakan ini, ditambahkan Yayan tidak akan memberikan pengaruh kepada kinerja pemerintahan. Karena sejumlah pekerjaan, memang bisa dilakukan menggunakan teknologi.  (yogo triastopo)