PMI Purwakarta Kekurangan Stok Darah A dan AB

PMI Purwakarta Kekurangan Stok Darah A dan AB



INILAH, Purwakarta – Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Purwakarta kebanjiran permintaan darah golongan A dan AB di awal tahun ini. Sayangnya, persediaan darah dua golongan tersebut saat ini sedang menipis. Bahkan jumlah yang ada masih di bawah angka ideal.
 
Ketua PMI Kabupaten Purwakarta Lalam Martakusuma mengatakan, permintaan dua golongan darah tersebut cukup tinggi. Mayoritas permintaan darah untuk kedua jenis golongan itu merupakan pasien demam berdarah dengue (DBD).
 
“Stoknya sedang menipis. Kami cukup kesulitan mencari pendonor untuk golongan darah A dan AB ini,” ujar Lalam kepada INILAH, Senin (14/1/2019).
 
Dia mengaku khawatir melihat kondisi persediaan kedua golongan darah ini yang semakin menipis. Apalagi jika merujuk pada pengalaman, setiap pergantian musim seperti sekarang, permintaan darah kerap meningkat, terutama dua golongan darah tersebut. 
 
“Sampai hari ini, stok darah di UDD hanya 211 labu. Rinciannya, golongan darah A hanya 14 labu. Padahal idealnya harus 40 labu. Kemudian golongan darah B yang telah uji saring ada 37 labu. Sedangkan yang belum uji saring, stoknya mencapai 75 labu. Golongan darah B tak ada masalah,” ujarnya.
 
Lalam melanjutkan, persediaan golongan darah O yang telah diuji saring mencapai 37 labu. Namun UDD masih punya 37 stok lagi yang belum diuji saring. Artinya golongan darah O juga tak ada masalah terkait persediaan. Sedangkan golongan darah AB, stok yang telah diuji saring hanya 11 labu. Adapun untuk darah golongan ini, UDD tidak memiliki stok yang belum diuji saring. 
 
"Untuk stok trombosit, kita punya 17 labu," jelas dia.
 
Sebagai solusi minimnya stok darah, kata Lalam, pihaknya menyarankan supaya pasien yang membutuhkan transfusi darah, terutama golongan darah A dan AB, harus membawa pendonor pengganti. Sebab darah yang nantinya dikeluarkan UDD, stoknya bisa diganti melalui darah yang diambil dari keluarga pasien tersebut. Cara ini dinilai paling cepat dan efektif.
 
“Jika mengandalkan dari pendonor tidak akan maksimal. Apalagi pendonor darah A dan AB ini sangat sulit. Berbeda dengan pendonor darah O dan B yang jumlahnya sangat banyak. Tak heran jika stoknya juga melimpah. Kalau tidak ada stok, kita bisa diprotes sama masyarakat. Sebab UDD ini melayani permintaan darah," kata Lalam.
 
Dia menyebutkan, permintaan darah bukan hanya RSUD Bayu Asih. Melainkan seluruh RS swasta dan klinik juga meminta darah ke UDD. Karena itu, untuk menjaga supaya stok darah tetap terjaga, diharapkan keluarga pasien bisa membawa pendonor pengganti. 
 
"Kita bukan pelit atau memersulit untuk memberikan darah. Asalkan ada donor pengganti dari anggota keluarga, kita siap melayani. Stok darah di kita tidak boleh kosong," pungkasnya.