Bupati Bandung Klaim Tren Pembangunan Terus Meningkat

Bupati Bandung Klaim Tren Pembangunan Terus Meningkat
Bupati Bandung Dadang Naser. (Dani R Nugraha)



INILAH,Bandung- Bupati Bandung Dadang M Naser mengklaim pembangunan di Kabupaten Bandung dari tahun ke tahun menunjukkan ada tren kenaikan. Hal itu, kata dia, menunjukkan berfungsinya karakter Sabilulungan yang menjadi jargon Kabupaten Bandung.

Menurut Dadang, tren kenaikan tersebut perlu ditingkatkan kembali dengan mengoptimalkan pentahelix, termasuk peran media dalam rangka menyuguhkan informasi positif dan memotivasi masyarakat. 

"Dengan optimalnya sinergitas pentahelix ini, tentu akan membuat masyarakat untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan yang positif," kata Dadang kepada wartawan saat Musrenbang tingkat kabupaten di Grand Sunshine Sahid Hotel, Soreang, Kamis (12/3/2020).


Dalam pembangunan di Kabupaten Bandung, kata Dadang, ada lima koridor atau pilar prioritas yang terus menerus digenjot dan akhirnya mewujudkan pembangunan yang positif. Kelima koridor tersebut memiliki 39 rangkaian program unggulan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

"Program unggulan ini ditransfer ke tiap desa untuk mewujudkan pembangunan di Kabupaten Bandung," ujarnya.

Setelah itu, program tersebut diagendakan dari tingkat desa dan dibahas di tingkat kecamatan. Jika sudah, maka di bawa ke tingkat kabupaten untuk dirumuskan kembali. Sehingga, lima pilar tersebut dikerjaian secara bersama-sama dengan sistem bottom to top.

Kelima pilar tersebut yakni pembangunan SDM, peningkatan ekonomi yang berdaya saing, pembangunan infrastruktur, pembangunan kualitas di bidang lingkungan, dan reformasi birokrasi.

Dari kelima pilar tersebut, kata Dadang, pembangunan infrastruktur yang memiliki progres sangat pesat dan baik. Namun, yang paling berat dan masih menjadi PR yaitu di bidang lingkungannya.

"Misal masalah Citarum Harum, ini kan belum beres. Banjir masih ada. Meski berat, tapi tetap ada progres yang baik. Dari 420 hektare, 80 hektare yang tergenang. Sedangka korban terdampak dari 159 ribu jiwa kini berkurang menjadi 77 ribu jiwa," ujarnya.

Dadang melanjutkan, perlu adanya kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat untuk mengentaskan masalah lingkungan, terutama masalah banjir.

"Penanganannya harus bersama-sama. Tidak bisa pemerintah saja," katanya.( rd dani r nugraha)