Produksi Sampah Meningkat, Purwakarta Butuh Tambahan Armada 'Perang'

Produksi Sampah Meningkat, Purwakarta Butuh Tambahan Armada 'Perang'
net



INILAH, Purwakarta – Sampah sejauh ini masih menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian utama sejumlah daerah. Seperti di Kabupaten Purwakarta, produksi sampah yang dihasilkan masyarakat terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu seiring dengan makin banyaknya perumahan dan industri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta Deden Guntari membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, saat ini lebih dari 700 m3 sampah dibuang ke TPA Cikolotok, Desa Margasari setiap hari.

“Tahun-tahun sebelumnya mungkin masih di angka 500 m3 per harinya. Tapi saat ini, setiap harinya rata-rata sekitar 731 m3 sampah yang dibuang ke TPA. Jumlah ini hanya yang terangkut armada kita saja,” ujar Deden saat dihubungi INILAH, Rabu (11/3/2020).

Sebenarnya, Deden mengaku pihaknya sedikit kewalahan untuk menangani permasalahan sampah di wilayah kerjanya. Apalagi, volume sampah yang dihasilkan masyarakat tak berbanding lurus dengan jumlah armada pengangkut yang dimiliki dinasnya. 

“Jadi, karena belum idealnya jumlah armada yang kita miliki, setiap harinya kami hanya mampu mengangkut sekitar 700 m3 saja,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Purwakarta Acep Yulimulya menjelaskan saat ini dinasnya hanya hanya memiliki 57 unit armada pengangkut sampah. Mungkin, kata dia, jumlah tersebut belum bisa dikatakan ideal jika melihat luas wilayah Purwakarta. 

Adapun 57 unit armada pengangkut sampah yang dimiliki dinasnya saat ini terdiri dari 24 unit jenis dump truck, 21 unit jenis kendaraan pickup, dan 2 unit kendaraan jenis engkel. Selain itu, juga ada 9 unit arm roll dan 1 unit comfaktor.

“Tahun ini, kabarnya ada penambahan dua unit dump truck,” kata dia.

Kalau berbicara ideal, dia mengaku sebenarnya dinasnya butuh penambahan armada pengangkut lebih banyak lagi. Itu pun, kalau memang ingin persoalan sampah bisa terlayani dengan maksimal.  

“Karena, kalau dibandingkan jumlah armada yang ada saat ini dengan produksi sampah, itu masih belum sebanding. Belum lagi, dengan banyaknya armada yang rusak,” ujarnya. 

Minimal, lanjut dia, dump truck itu jumlahnya ditambah lagi 62 unit dan mobil pickup 236 unit. Terutama, mobil pickup karena saat ini banyak yang kondisinya sudah rusak. Untuk Kendaraan engkel juga perlu penambahan sekitar 126 unit lagi. 

“Karena, dari jumlah armada yang ada saat ini banyak yang rusak. Untuk dump truk misalnya, yang sampai saat ini masih laik jalan hanya 5 unit dari 24 unit yang ada itu. Untuk armada jenis pickup pun begitu, dari 21 unit, yang laik jalannya hanya 8 unit. Jadi, memang sudah butuh perhatian,” tambah dia. 

Untuk itu, Acep menambahkan sebagai antisipasi penumpukan dan meminimalisasi sampah tak terangkut pihaknya berpesan supaya masyarakat bisa membuang sampah sebelum armada pengangkut beroperasi. Selain itu, pihaknya pun akan berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) untuk mendorong pengelolaan sampah di tiap desa.

“Karena, kalau buang sampah lewat waktu operasional armada sampah dipastikan tidak terangkut untuk dibuang ke TPS. Jadi, kami berharap kejasamanya dari masyarakat. Buanglah sampah pada tempanya dan di waktu yang telah ditentukan,” pungkasnya. (Asep Mulyana)