Sulit Mendapatkan Masker, Ini Cara Persib Bandung Antisipasi Virus Corona

Sulit Mendapatkan Masker, Ini Cara Persib Bandung Antisipasi Virus Corona



INILAH, Bandung - Sejak munculnya wabah Virus Corona di Indonesia, masker menjadi satu di antara barang yang banyak diburu. Begitu pun dilakukan Persib Bandung.

Namun, tim berjulukan Maung Bandung ini kesulitan mendapatkannya. Sebab saat ini masker menjadi barang yang langka. 

Seperti yang diungkapkan Dokter Persib, Mochamad Rafi Ghani bahwa pihaknya sangat kesulitan mencari masker. Padahal masker itu sangat dibutuhkan timnya. 

"Tapi saya sudah kirim pesan kepada seluruh pemain, bilamana masker ini tidak ada, ada beberapa tahapan untuk memproteksinya. Saran saya, cuci tangan yang baik, pakai sabun bersih," ungkap Rafi.

Selain itu, Rafi juga meminta kepada para pemainnya untuk menjalankan pola hidup sehat. Seperti melakukan istirahat dengan baik, asupan makanan yang seimbang, perbanyak sayuran dan buah-buahan. 

"Jadi di lingkungan kita itu banyak virus dan bakteri yang menyebar di luar. Tapi selama daya tahan hidup kita itu baik, insya Allah kita tidak akan tertular virus tersebut," katanya. 

Rafi menjelaskan bahwa corona merupakan virus. Secara teori, corona hidup didalam jaringan. Sementara di luar jaringan, mati atau tidak berfungsi. 

"Corona ini sama seperti dulu Sars atau Mers. Cara penularan bisa lewat percikan ludah. Terus kalau penderitanya batuk dan nempel di peralatan atau media yang pernah dia pegang. Dan kalau kondisi kita menurun, san terkontaminasi, virus corona bisa tertular," bebernya. 

Karena itu, lanjutnya selama daya tahan tubuh membaik maka tidak perlu merasakan ke khawatiran yang berlebih. Apalagi sampai-sampai menimbun masker hingga membuat orang lain kesulitan mendapatkannya. 

"Terus sekarang ada saran-saran tertentu karena si virus ini mati di suhu panas, lalu konsumsi rempah-rempah. Jadi jangan panik, tetap jaga kondisi tubuh kita agar tetap baik. Kalau memang sakit, segera ke dokter atau ke rumah sakit. Kalau dilihat dari angka kematian juga saya lihat untuk usia yang rentan daya tahan tubuhnya. Istilahnya memang sudah menurun. Seperti usia lanjut. Jadi kalau masih masa-masa ini (produktif) justru ga ada laporan kematian," jelasnya. (Muhammad Ginanjar)