Jangan Panik dan Resah, Diskominfo Jabar Cegah Berita Bohong Soal Virus Corona

Jangan Panik dan Resah, Diskominfo Jabar Cegah Berita Bohong Soal Virus Corona
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jabar Setiaji/istimewa



INILAH, Bandung-Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jabar Setiaji memastikan aplikasi Sapa Warga berfungsi menangkal berita bohong atau hoaks COVID-19 yang juga membuat masyarakat kian panik dan resah. 

Semua informasi COVID-19 yang beredar di masyarakat maupun sosial media dihimpun dan diklarifikasi oleh Jabar Saber Hoaks (JSH). Hasil klarifikasi itu yang kemudian dikirim melalui Sapa Warga. 

"Apalagi yang hoaks kan banyak sekali tentang Corona itu, sekarang hampir 40 persen itu beritanya hoaks tentang Corona. Itu disampaikan juga di sapa warga agar masyarakat teredukasi dan tidak panik," katanya. 

Adapun edukasi terkait Corona ini berada pada fitur informasi Sapa Warga. Pihaknya juga memberikan pemahaman terkait upaya pencegahan dengan mengajak masyarkat menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Selain itu pihaknya juga melakukan survei kesiapsiagaan masyarakat. Mulai dari sejauh mana pengetahuan masyarakat soal COVID-19 sampai pencegahannya. 

Hasil survei tersebut, kata Setiaji, dapat jadi bahan rekomendasi bagi semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, dalam menyosialisasikan penanganan dan penanggulangan COVID-19. 

"Kita juga mensurvei kesiapsiagaan di masyarakat seperti apa. Apakah sudah ada yang tahu, atau sosialisasinya sudah tersampaikan atau belu. Dan juga masukannya buat kita apa," paparnya.

Lebih lanjut, Setiaji menambahkan, pihaknya juga menginformasikan kepada masyarkat agar tidak panic buying seperti yang disampaikan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Di mana, penggunaan masker hanya untuk orang yang sakit dan petugas median.

"Nah yang sakit justru yang harusnya pakai masker dan petugas medis karena kan harus menangani si penderita Corona. Itu yang kita sampaikan," pungkasnya.

Adapun bilamana ada warga yang mengalami keluhan sesuai dengan gejala terjangkit Virus Corona, ketua RW dapat melapor lewat Sapa Warga. Itu seperti sesak napas dan demam, maupun mempunyai riwayat perjalan ke negara terpapar virus korona. 

"Laporan tersebut akan diteruskan kepada Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (PIKOBAR). Tujuannya supaya penanganan dan penanggulangannya berjalan cepat dan tepat," pungkasnya. (rianto nurdiansyah/inforial diskominfo jabar)