Pelajar Purwakarta Bangun Helikopter

Pelajar Purwakarta Bangun Helikopter



INILAH, Purwakarta - Kreativitas para pelajar SMK Taruna Sakti, Kabupaten Purwakarta, patut diapresiasi. Mereka mampu berinovasi membuat sebuah produk yang mungkin tak lazim dilakukan pelajar setingkatnya.
 
Mereka mencoba membuat sebuah pesawat jenis helikopter dengan memanfaatkan mesin mobil. Tentunya, bahan bakar yang digunakan adalah jenis bensin.
 
Saat ini, inovasi 10 pelajar SMK tersebut telah memasuki proses pembuatan kerangka. Helikopter ini didesain bisa terbang dengan membawa satu awak penumpang. 
 
Kepala Sekolah SMK Taruna Sakti Kabupaten Purwakarta Yayang Gilang Sanjaya mengaku berbangga hati karena anak didiknya mampu berkreasi. Pihaknya mendukung sepenuhnya inovasi siswanya itu. 
 
"Saat ini sudah masuk proses pembuatan kerangkanya. Helikopter ini merupakan inovasi dari 10 pelajar yang aktif di bengkel dengan dibantu sejumlah guru pembimbing," ujar Yayang, akhir pekan kemarin. 
 
Dia menjelaskan, helikopter tersebut saat ini kondisinya masih berupa rangka. Targetnya, empat bulan mendatang helikopter ini disempurnakan. Bahkan, diujicobakan untuk terbang.
 
"Bila PT DI bisa mengembangkan helikopter jenis Cesna, pelajar kita membuat helikopter berbahan bakar bensin," ujar Yayang.
 
Meskipun pembuatan helikopter ini masih dalam tahap awal, pihaknya berharap hasil karya anak bangsa ini bisa dihargai. Pihaknya akan terus mengawal pembuatan helikopter ini. Termasuk bekerja sama dengan badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT) dan LIPI. Jika hasilnya sesuai harapan, helikopter ini akan dilaporkan ke Kementerian Pendidikan dan Kementerian Perindustrian.
 
Terkait anggaran, lanjut Yayang, pembuatan helikopter ini ditaksir bisa menghabiskan dana sebesar Rp200 juta. Pada tahap awal, biaya yang sudah terpakai mencapai Rp60 juta. Adapun sumber biaya berasal dari uang kas sekolah dan sumbangan para donatur.
 
Salah seorang pelajar pencipta helikopter berbahan bakar bensin ini, Mulyana Moc mengaku, idenya untuk membuat inovasi baru ini muncul dari kebiasan nongkrong di laboratorium praktik. Setiap jam istirahat, dia bersama 9 pelajar lainnya kerap ngobrol dengan guru pembimbing. Akhirnya, tercetus keinginan untuk membuat helikopter.
 
"Kalau di sekolah lain, fokus membuat robot atau mobil listrik. Kami malah tertantang untuk membuat helikopter. Semoga ide dan usaha kami ini membuahkan hasil," kata pelajar yang duduk di bangku kelas XII itu.