Wabah Corona, Anne Minta Masyarakat Tak Lebay

Wabah Corona, Anne Minta Masyarakat Tak Lebay
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika (kiri). (Asep Mulyana)



INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, menyebar tim kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat untuk meredam kepanikan warga mengenai wabah penyebaran virus corona. Tim tersebut, akan bertugas menyampaikan informasi dan antisipasi ke masyarakat terkait virus Covid-19 itu.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak merasa panik dan ketakutan secara berlebihan menyikapi wabah penyakit tersebut. Terpenting, dia mengajak, bagaimana masyarakat bisa tetap menjaga daya tahan tubuh supaya tak mudah terpapar virus.

"Tidak perlu panik berlebihan. Terpenting, jaga kesehatan tubuh dengan asupan makanan bergizi seimbang, olah raga dan tidur yang cukup," ujar Anne di sela-sela sosialiasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di aula Dinas Kesehatan Purwakarta, Kamis (5/3/2020).


Dalam kegiatan yang dihadiri seluruh pimpinan rumah sakit, klinik, dan puskesmas di wilauah itu, Anne juga berpesan supaya mereka bisa menyosialisasikan mengenai virus corona. Supaya masyarakat tahu penyakit apa dan bagaimana penanganannya. 

Sebenarnya, menurut Anne, penyebaran virus yang menyebabkan penyakit itu bisa dicegah dengan membiasakan atau meningkatkan sebaran mengenai pola hidup bersih. Misalnya, dengan menyeringkan cuci tangan dengan sabun dan antiseptik. 

"Sebenarnya, kebiasaan kita yang salah justru yang bisa memincu penularan penyakit. Misalnya, jarang langsung cuci tangan setelah beraktivitas," jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Anne juga meminta ke para kepala dinas supaya menyiapkan tempat cuci tangan yang mengalir di masing-masing kantornya. Supaya, kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas bisa tergugah.

Anne menambahkan, ada yang lebih dikhawatirkan pihaknya mengenai isu wabah corona ini. Yakni, timbul masalah sosial lain di masyarakat yang menyangkut perekonomian mereka.

"Yang dikhawatirkan itu timbul efek domino. Misalnya, gara-gara virus corona menjadikan menurunnya daya beli masyarakat. Ini yang kami khawatirkan. Makanya, tugas kita sebagai tim kesehatan untuk mengedukasi masyarakat mengenai virus tersebut. Bagaimana, masyarakat tidak panik berlebihan," tambah dia.

Anne kembali menambahkan, upayanya ini tak lain bagian dari antisipasi. Kendati, pohaknya memastikan, hingga kini belum terdengar ada warganya yang terjangkit atau positif terpapar virus corona. 

Pihaknya juga berpesan, supaya masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit jika mengalami gejala demam tinggi atau sesak nafas berat. Namun, pihaknya meyakini jika penderita yang terpapar virus tersebut harapan sembuhnya 98 persen.

"Tidak usah takut. Kalaupun kita terpapar, pasti bisa disembuhkan," pungkasnya. (Asep Mulyana)