'Ratu' Ini Bikin Ekonomi Warga Purwakarta Meningkat

'Ratu' Ini Bikin Ekonomi Warga Purwakarta Meningkat



INILAH, Purwakarta – Angin segar, saat ini tengah menerpa para petani manggis di Kabupaten Purwakarta. Pasalnya, sejak 2017 lalu pemerintah pusat telah membuka kran ekspor manggis ke sejumlah Negara, terutama yang ada di Asia. Tentunya, ini menjadi kesempatan para petani untuk peningkatan ekonomi.

Adis Budiana (65), petani asal Kampung Gandasoli, Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa tak menampik terkait kondisi tersebut. Menurutnya, saat ini Buah Manggis membawa keberkahan tersendiri. Seiring dengan itu, peluang petani menambah pundi-pundi uangnya sangat terbuka lebar.

“Ini tak lain berkat dukungan dari pemerintah,” ujar petani Manggis yang juga pensiunan ASN itu kepada INILAH, akhir pekan kemarin.


Adis yang memiliki kebun manggis seluas lima hektare itu menuturkan, berkebun manggis cukup berimplikasi besar terhadap kesejahteraannya. Bahkan, dari hasil menanam manggis, juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Adis menjelaskan, di kebun miliknya ada puluhan pohon berbagai usia. Dalam sekali panen, pihaknya bisa memanen lima kuintal per pohonnya. Sedangkan, untuk pohon yang usianya masih mudah, hasil panennya bermacam-macam. Namun, jika usianya yang masih muda, maksimal panennya hanya satu kuintal per tahun.

Dia menjelaskan, untuk harga buah manggis saat ini dibandrol Rp 16 ribu per kilogramnya. Harga tersebut, memang sifatnya fluktuasi. Terutama, tergantung dari masa panennya. Misalnya, jika panennya serentak maka harganya akan turun. Sebab, buah manggis di tingkat petani cukup melimpah. Tetapi, jika yang panennya baru sedikit, harganya akan mahal. 

Adis mengaku, selama menjadi petani manggis, dia pernah menikmati harga yang cukup fantastis. Yakni, Rp 55 ribu per kilogram di tingkat petani. Harga tersebut, merupakan yang tertinggi selama dirinya menjadi petani.

Adapun dalam menekuni budidaya manggisnya ini, Adis memekerjakan tujuh pekerja tetap. Sedangkan, dalam setiap panen raya dia memekerjakan 20 tetangganya, yang dilibatkan sebagai buruh petik. 

Sejauh ini, lapangan kerja terus berkesinambungan, dari petani, ke pengepul, lalu ke perusahaan sortir, hingga perusahaan eksprotirnya. Sehingga, banyak pihak yang ikut merasakan segarnya buah manggis ini.

“Dengan kata lain, Buah Manggis ini membawa keberkahan bagi banyak pihak,” pungkasnya. (Asep Mulyana)