Gandeng Warga Pribumi, Hedjo Institute Tawarkan Konsep Pendidikan Lingkungan

Gandeng Warga Pribumi, Hedjo Institute Tawarkan Konsep Pendidikan Lingkungan
istimewa



INILAH, Bandung - Kelompok pegiat lingkungan Hedjo Institute menawarkan konsep penataan untuk mengembangkan kawasan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Direktur Hedjo Institute, Abdul Wahab mengatakan, wilayah Cisurupan memiliki potensi sebagai tempat edukasi berbasis lingkungan untuk mengembangkan karakter anak.

Diantaranya adalah penyediaan sarana edukasi pertanian dan peternakan, pendidikan pengelolaan sampah, taman bermain berbasis alam serta edukasi konservasi dan pengelolaan air.

"Dari konsep wahananya, kita lebih inklusif mengedepankan pembangunan karakter anak. Perbedaan dengan sekolah alam pada umumnya, itu karena pada konteks tempat itu sudah riil ada tema-tema media pendidikan," kata Abdul. 

Menurut dia, sarana edukasi mengenai lingkungan di kawasan Cisurupan sudah tersedia secara alami. Sehingga, pendidikan yang diberikan tidak sekadar teori namun diiringi dengan praktik.

Hedjo Institute pun diakui dia, akan turut  melibatkan warga masyarakat sekitar. Karena warga masyarakat disana, sudah terbiasa menjalani keseharian beraktivitas mengelola lahan tersebut.

"Seperti belajar menabung air karena jelas di situ ada kolam retensinya. Wahana sawah di situ ada petani penggarap sudah ada, jadi tidak artificial guru yang jadi petani. Kuncinya memang warga sekitar yang kita arahkan dan fasilitasi menerima secara langsung. Jadi dapat benefit ekologis dan ekonomis," ucapnya.

Konsep pusat pendidikan lingkungan di Cisurupan, dituturkan dia tidak akan berdampak negatif pada ekologis sekitar. Kawasan itu akan ditata agar bisa dikunjungi orang dalam jumlah banyak.

"Justru menjaga sistem ekologi dan pertambahan ekonomi setempat. Jadi secara desain jangan sampai ada ekologis yang terdampak. Karena kalau ada manusia otomatis akan ada ekologis yang terdampak. Tapi itulah yang kita ukur agar tidak merusak lingkungan," ujar dia. (Yogo Triastopo)