Selundupkan 12 Kg Sabu, Adik-Kakak Terancam Hukuman Mati

Selundupkan 12 Kg Sabu, Adik-Kakak Terancam Hukuman Mati



INILAH, Bandung- Selundupkan sabu seberat 12 kilogram, Indah Asmawati alias Ade dan adik iparnya Muchamad Tabah terancam maksimal hukuman mati. Keduanya didakwa pasal 114 ayat (1) dan pasal 113 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam dakwaanya, JPU Kejari Bandung Lucky Afgani menyebutkan, terdakwa Muchamad Tabah bersama-sama dengan Indah Asmawati alias Ade pada Oktober 2019 telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekusor narkotika, secara tanpa hak, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi dari 5 gram.

"Total sabu yang akan diselundupkan beratnya 12 kilogram," katanya kepada wartawan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (25/2/2020).


Sebelum ditangkap di Bandara Husein, lanjunya, awalnya Ade disuruh Stanley (DPO) untuk membawa tas dari Laos menuju Kamboja dan Philipina dengan fasilitas tiket pesawat dan uang saku senilai 500 dolar. Saat tiba di salah satu hotel di Laos dia diberikan tas koper berisi pakaian baru dan disuruh pergi ke Manila Philipina, kemudian di sana koper diambil oleh orang suruhan Stanley. 

Setelah menyerahkan koper tersebut, Ade kembali ke Indonesia dan mendapatkan upah sebesar 1000 dolar atau Rp 14 juta, dan transaksi dilakukan sebanyak dua kali dengan pola yang sama. Namun untuk yang ketiga kalinya, Ade tidak bisa melakukannya, karena di negara tersebut ada larangan berkunjung sebanyak tiga kali dalam setahun. 

"Ade pun menyuruh adik iparnya Muchamad Tabah, dengan bayaran dan pola yang sama," katanya. 

Terdakwa Muchamad Tabah pun tiba di Kamboja dan di salah satu hotel dititipi koper yang didalamnya berisi tujuh tas kecil berisi sabu, dan disuruh diantarkan ke Kota Cebu Philipina. Namun sesampainya di Bandara Manila, Philipina dan akan melanjutkan perjalanan menuju  Kota Cebu dengan menggunakan pesawat Philipina Airlines, terdakwa disuruh pulang ke Indonesia oleh petugas Bandara Manila karena uang sakunya tidak cukup.

"Di sana ada aturan untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Cebu Philipina terdakwa harus membawa uang minimal $300 atau sekitar Rp. 4 juta. Sementara uang saku yang sudah diberikan sudah habis dipakai poya-poya oleh terdakwa," ujarnya. 

Terdakwa pun akhirnya dideportasi dan tiba di Bandara Husein Sastranegara. Saat di x-ray petugas bea cukai menemukan barang yang mencurigakan, dan saat dibuka ditemukan 7 tas kecil yang berisi plastik bening berisi sabu. Kemudian penemuan tersebut dilaporkan ke Polrestabes Bandung  dan setelah dikembangkan ditangkap saksi Indah Asmawati alias Ade di Jakarta. 

Akibat perbuatannya terdakwa Muchamad Tabah dan Indah Asmawati alias Ade didakwa pasal pasal 114 ayat (1) sebagaimana dakwaan kesatu atau kedua pasal 113 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sidang yang dipimpin Haran Tarigan ditunda pekan depan.