Penyuap Bupati Indramayu Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Penyuap Bupati Indramayu Dituntut 2,5 Tahun Penjara



INILAH, Bandung - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Direktur CV Agung Resik Pratama (ARP) Carsa ES ancaman hukuman penjara selama 2,5 tahun, denda Rp 200 juta, subsidair kurungan 3 bulan. Dia dinyatakan terbukti menyuap Bupati Indramayu Supendi. 

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap terhadap Bupati Indramayu Supendi senilai Rp3,6 miliar di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (19/2/2020). Sidang yang dipimpin I Dewa Gd Suardhita berlangsung di ruang utama.  

Dalam amar tuntutannya, jaksa Kiki Ahmad Yani menyebutkan agar majelis hakim yang menangani perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan kesatu.


"Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan, denda Rp 200 juta, subsidair kurungan tiga bulan," katanya. 

Seperti diketahui, perkara ini terungkap setelah KPK melakukan OTT dan menyita uang tunai Rp 685 juta. Selain Carsa, KPK menjerat Bupati Indramayu nonaktif Supendi, Kepala Dinas PUPR Omarsyah dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono sebagai tersangka.

Omarsyah diduga turut menerima uang Rp 350 juta pada kurun waktu Juli-September 2019 dan sebuah sepeda lipat merek NEO seharga Rp 20 juta. Sementara  diduga menerima Rp 560 juta selama lima kali pada bulan Agustus dan Oktober 2019. (ahmad sayuti)