Sekolah Terendam Banjir, Ratusan Siswa SDN Andir 1 Belajar di Gedung Kwarcab

Sekolah Terendam Banjir, Ratusan Siswa SDN Andir 1 Belajar di Gedung Kwarcab
Foto; Dani R Nugraha.



INILAH,Bandung- Sejak beberapa hari terakhir ini, ratusan siswa SDN Andir 1 Kelurahan/Kecamatan Andir Kabupaten Bandung terpaksa harus melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Gedung Kwarcab.

KBM terpaksa dialihkan ke tempat tersebut karena SDN Andir 1 hingga saat ini masih digenangi banjir dari luapan Sungai Citarum, Selasa (18/2/2020).

Silva salah seorang siswi kelas 6 SDN Andir 1, berharap banjir yang mengepung rumah dan sekolahnya sejak sepekan lalu segera surut.


Gara gara banjir, ia dan ratusan siswa SDN Andir 1 lainnya terpaksa harus mengikuti KBM di gedung Kwarcab, tentunya dengan fasilitas seadanya. Yakni duduk di lantai yang dingin tanpa alas. Selain itu, banjir juga telah merusak semua seragam dan perabotan sekolah miliknya, sehingga seragam dan peralatam sekolah yang sekarang dipakainya itu adalah sumbangam dari para dermawan.

"Pengenya sih banjir segera surut dan enggak ada banjir lagi. Soalnya kami enggak bisa sekolah dengan baik kalau banjir masih ada. Sampai saat ini banjir sedada orang dewasa masih menggenangi sekolah kami," kata Silva.

Memang sejak sepekan terakhir ini, ratusan siswa SDN Andir 1 menggelar KBM di gedung Kwarcab Pramuka. KBM digelar di gedung tersebut karena gedung sekolah mereka masih terendam banjir. Di sekolah ini, jumlah siswanya sebanyak 209 orang siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Karena rumah rumah siswa pun terendam, maka jumlah siswa yang setiap hari hadir mengikuti KBM jumlahnya berkurang lebih dari setengahnya.

"Dari jumlah siswa 209 orang ini, 81 orang yang enggak masuk sekolah. Sebagai pendidik kami prihatin sekali dengan kondisi ini. Apalagi untuk kelas 6 sebentar lagi mau ujian," kata Kepala Sekolah SDN Andir 1, Yati Setiawati Nurman. 

Dikatakan Yati, setiap banjir tiba, SDN Andir 1 selalu terendam. Ketinggian air satu meter lebih masih menggenangi sekolahnya. Otomatis semua peralatan sekolah rusak dan tak bisa dipergunakan kembali.

"Semua peralatan sekolah rusak, karena setiap banjir selalu terendam air. Harapan kami sih banjir enggak ada lagi, karena selain anak anak belajarnya terganggu peralatan sekolah juga rusak," ujarnya. (rd dani r nugraha).