Jaga Kondusivitas, Deklarasikan Bandung Rumah Bersama

Jaga Kondusivitas, Deklarasikan Bandung Rumah Bersama
Parade Bndung Rumah Bersama (yogo triastopo)



INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial berharap Deklarasi Bandung Rumah Bersama yang dilaksanakan saat ini dapat memelihara dan meningkatkan situasi Kota Bandung yang kondusif.

"Mudah-mudahan dengan semangat Deklarasi Bandung Rumah Bersama ini, Kota Bandung akan semakin kondusif, aman dan nyaman," kata Oded di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung pada Sabtu (15/2/2020).

Menurut dia, apabila Kota Bandung telah aman dan nyaman. Pembangunan di kota berjuluk Paris Van Java ini pun, diharapkan berjalan lancar. Baik itu dari sisi fisik mau pun non fisik.


"Ke depan insya Allah, Bandung akan memiliki sebuah program pembangunan yang begitu besar dan banyak. Kita akan bangun beberapa flyover. Kemudian urusan-urusan ekonomi dan semua lingkungan kita," ucapnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Ahmad Suherman mengatakan bahwa ciri-ciri bangsa dan dunia beradab adalah mereka yang mencintai kerukunan, dan persahabatan yang damai.

"Juga masyarakat yang beradab adalah mereka yang  beretika, bermoral dan toleransi. Dengan deklarasi ini, sekiranya kita bisa mewujudkan dengan realitas sebuah perdamaian yang nyata, agar kita semua merasa nyaman tanpa permusuhan," kata Ahmad.

Lantaran itu, dia mengajak kepada semua warga untuk tidak menjadikan kerukunan umat beragama hanya sekedar slogan belaka. Akan tetapi bisa menciptakan dan mengaplikasikannya.

"Kerukunan umat beragama adalah hidup rukun dan bertoleransi. Bukan berarti antar kepercayaan dicampur adukan. Ini adalah masalah kaidah dan rukun masing-masing. Maka deklarasi dan parade ini menyatakan bahwa kita hidup bersaudara," ucapnya.

Diketahui, ribuan peserta berkumpul bersama dalam kegiatan Deklarasi Bandung Rumah Bersama yang dilaksanakan di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung pada Sabtu (15/2/2020).

Mereka peserta terdiri dari berbagai agama yakni Islam, Kristen, Kristen Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu. Juga para tokoh agama dari Kampung Toleransi dari sejumlah kecamatan.

Dalam kegiatan, turut digelar parade dengan beragam seni yang ditampilkan seperti Calung, Angklung, Reog, Hadroh, Gambus, Marawis, Qasidah, Baleganjur, Barong, Barongsai, Canger, Pujaning Taksi, Wushu, Pencak Silat, dan lain-lain. (yogo triastopo)