Bikin Kapok Pengendara, Kota Bandung Siapkan Perda Derek

Bikin Kapok Pengendara, Kota Bandung Siapkan Perda Derek
Ilustrasi (net)



INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mendorong Peraturan Daerah (Perda) tentang Derek untuk menertibkan pengendara yang melakukan parkir sembarangan.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Asep Kuswara di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung.

"Ini untuk memberikan efek jera, karena penilangan parkir dengan stiker, gembok dan cabut pentil tidak memberikan efek. Semoga dengan Perda Derek ini bisa menurunkan angka pelanggaran," kata Asep kepada INILAH, Selasa (11/2/2020).

Bagi pelanggar parkir yang diderek dan menginap, dituturkan dia akan dikenai denda sebesar satu juta rupiah. Kompensasi tersebut, disebut dia berlaku untuk warga dan luar Kota Bandung.

"Pengendara juga kita imbau lebih cerdas. Jangan sampai digiring juru parkir ke tempat yang bukan peruntukan untuk parkir kendaraan. Karena tidak sedikit, pengendara digiring ke arah sana oleh juru parkir," ucapnya.

Dalam hal ini, Dishub Kota Bandung dikatakan dia sudah menggandeng Polrestabes Bandung terkait tilang parkir derek tersebut. Selain itu, Perda Derek diharapkan dapat meningkatkan PAD.

"Kita juga sudah mengatur bagaimana standar operasional prosedur tentang parkir derek," ujar dia.

Adapun besaran denda yang harus dibayarkan, ditambahkan Asep bervariasi. Untuk kendaraan roda dua dan tiga adalah sebesar Rp245.000, sedangkan derek inap sebesar Rp136.000 per hari.

"Derek roda empat itu Rp525.000 dan derek inap Rp304.000 per hari. Sementara untuk lebih dari empat roda yaitu sebesar satu juta lima ribu. Tetapi kami berharap dengan Perda Derek ini, pengendara bisa lebih tertib dan kapok," tandasnya. (yogo triastopo)