Persib Tak Restui Febri Hariyadi ke Timnas Indonesia

Persib Tak Restui Febri Hariyadi ke Timnas Indonesia
Febri Hariyadi. (Dok InilahKoran)



INILAH, Bandung - Satu nama pemain Persib Bandung terpanggil untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Dia adalah Febri Hariyadi.

Pemilik nomor punggung 13 itu masuk dalam daftar ke-34 nama yang dipanggil Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong untuk menjalani pemusatan latihan yang akan digelar 14 Februari nanti. Program itu dilakukan sebagai satu di antara masa persiapan untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. 

Meski demikian Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts tidak akan menyerahkan Febri untuk bergabung ke Timnas Indonesia. Sebab hingga saat ini, pelatih asal Belanda ini belum mengantongi surat resmi pemanggilan dari pemain yang akrab disapa Bow itu. 

"Tidak ada surat resmi yang kami terima melalui manajemen klub. Jadi kami tidak bisa melepas pemain (ke Timnas) tanpa surat resmi," ujar Robert di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Senin (10/2/2020).

Robert mengaku sempat membaca kabar dari berbagai media bahwa beberapa di antaranya pelatih dari para peserta Liga 1 2020 menyatakan keberatannya dengan pemanggilan yang dilakukan. Terlebih pemanggilan itu tidak masuk dalam kalender FIFA. 

"Dan setiap tim juga sedang bersiap untuk menghadapi musim kompetisi baru. Jadi setiap pemain harus ada di sana (latihan pramusim klub)," katanya.

Karena itu, Robert memastikan Febri masih akan tetap bersama Persib dan akan disiapkan untuk menghadapi Barito Putera dalam laga persahabatan yang akan digelar di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (10/2/2020). 

"Dan sekali lagi, pertanyaan untuk sepak bola Indonesia, siapa yang punya prioritas. Karena jika melihat sepak bola profesional di seluruh dunia, klub menjadi prioritas bagi pemain jika tidak sedang dalam agenda FIFA. Jadi ini masalah yang harus segera diselesaikan supaya tidak ada lagi salah paham antara klub yang menggaji pemain dengan pihak federasi. Klub juga mempekerjakan juga pemain, jadi penting untuk mencari solusinya," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)