Ini Alasan Barito Putera Uji Tanding Lawan Persib

Ini Alasan Barito Putera Uji Tanding Lawan Persib
Pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman. (Muhammad Ginanjar)



INILAH, Bandung - Barito Putera dalam kesiapan penuh menghadapi Persib Bandung. Laga persahabatan ini akan digelar di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (10/2/2020).

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman mengatakan ini merupakan laga uji coba ketiganya sebagai masa persiapan Liga 1 2020. Dua laga sebelumnya merupakan tim yang dibawah level timnya. 

"Jadi kami belum bisa melihat seutuhnya persiapan atau kesiapan tim kami untuk 29 Februari nanti," ujar Djadjang di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Senin (10/2/2020). 

Karena itu, pelatih yang akrab disapa Djanur ini memilih Persib sebagai lawan untuk beruji coba dengan timnya kali ini. Terlebih yang ia tahu, Persib merupakan tim yang bagus dan tidak memiliki banyak perubahan posisi di pemain lokal. 

"Karenanya kami bisa menilai sejauh mana persiapan kami. Apakah sudah siap atau belum. Hasil besok baru kelihatan apakah sudah siap atau belum," katanya. 

Di laga uji coba kali ini, Djanur mengaku memboyong 24 pemain dari total 26 pemain yang dimiliki. Dua pemain absen yakni David Maulana dan Bagus Kahfi karena masih bergabung dengan Garuda Select di Inggris. 

"Walaupun regulasi LIB sudah menghapus 7 pemain U-23, kami tetap mengisi pemain muda. Yang senior tinggal dua yaitu Rizky Pora dan Bayu Pradana. Semuanya usia 20 tahun seperti Raffi, Riandi, Bagus, semua anak muda," tuturnya.

Djanur menyadari bahwa tim-tim peserta Liga 1 2020 memaksimalkan pemain dengan kualitas yang mumpuni. Namun yakin timnya bisa bersaing meski dihuni para pemain muda.

"Kita akan lihat pemain muda kami bisa ga sampai ke level yang diatas. Karena kita tahu Persib adalah tim yang sudah sangat siap, dua pertandingan mereka kemarin sudah dengan tim papan atas, tapi kita kemarin dengan tim papan bawah dan itu dari Indonesia," katanya. 

Djanur beralasan perekrutan pemain muda ini karena Barito Putera memiliki misi untuk memunculkan para pemain binaan. Sehingga proses pembinaan yang dilakukan berjalan berkesinambungan. 

"Kita punya pemain elite pro 18 dan 20 tahun. Itu cukup bagus dan punya label Timnas. Kita tidak ingin percuma membina mereka. Jadi ingin berkesinambungan, itu yang diinginkan keluarga Barito sehingga saya sebagai pelatih punya keinginan sama. Mudah-mudahan pemain muda kedepan jadi tulang punggung Barito sendiri," jelasnya.(Muhammad Ginanjar)