Tahun Ini Infrastruktur Jalan di Kabupaten Cirebon Diprediksi Rusak Parah

Tahun Ini Infrastruktur Jalan di Kabupaten Cirebon Diprediksi Rusak Parah
Ilustrasi/Antara Foto



INILAH, Cirebon - Banjir yang mulai melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Cirebon berimbas pada kerusakan infrastruktur jalan. Tahun ini, diprediksi ratusan ruas jalan terdampak banjir, akan mengalami kerusakan parah. Demikian dikatakan anggota komisi 3 DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, Senin (10/2/2020).

Anton menjelaskan, banjir yang mulai merendam sebagian wilayah di kabupaten Cirebon, menjadi penyebab rusaknya ruas-ruas jalan. Banjir kemarin saja yang baru beberapa kali, akan merusak kondisi jalan. Meskipun dirinya mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah keseluruhan, namun secepatnya akan melakukan koordinasi.

"Kami mungkin akan mulai lakukan pendataan setelah musim hujan selesai. Kalau sekarang tidak mungkin karena musim hujannya saja masih awal-awal," jelasnya.

Anton menyarankan, semua OPD terlebih yang mengelola insfrastruktur, untuk sesegera mungkin menggelar setiap pekerjaan. Yang ditakutkan, justru ada masalah ketika pekerjaan dilaksanakan mendekati akhir tahun. Terbukti, beberapa OPD yang mengerjakan proyek mendekati akhir tahun akan mendapatkan masalah.

"Banyak kasus yang terjadi. Pekerjaan dilakukan mendekati akhir tahun, lalu diserang banjir. Pekerjaan yang baru kelar pasti hancur dan masyarakat tidak bisa menikmati. Ini akan mubajir dan buang buang anggaran," jelasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengaku, pihaknya masih terus menginventarisir kerusakan kerusakan infrastruktur. Dirinya belum bisa menyebutkan ruas ruas jalan mana saja yang mengalami kerusakan.

"Kami masih melakukan inventarisasi. Belum bisa menyebutkan ruas jalan mana dan bangunan mana yang rusak. Kami masih konsen menangani banjir karena ini baru hujan permulaan," kata Dadang lewat telepon Whatsapp.

Dadang menambahkan, hari ini (Senin,red) harusnya rapat dengan Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim dan pihak terkait. Intinya akan menentukan status Kabupaten Cirebon apakah masuk tanggap darurat bencana atau bukan. Namun karena Bupati dan Sekda sedang ada tugas ke luar daerah, rapat akhirnya dibatalkan.

"Penerapan status akan menunggu bupati. Saat ini Intensitas hujan masih tinggi dan dikhawatirkan banjir terus melanda sebagian besar kabupaten Cirebon," tukas Dadang. (maman suharman)