Purwakarta Bidik Ekspor Manggis ke Timur Tengah 

Purwakarta Bidik Ekspor Manggis ke Timur Tengah 
dok/inilahkoran



INILAH, Purwakarta – Kabupaten Purwakarta saat ini menjadi eksportir buah manggis ke sebagian negara Asia. Pada 2020 ini, pemkab setempat juga menargetkan bisa mengekspor ratu buah tropis khas wilayah tersebut ke negara-negara Timur Tengah. 

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, saat ini angin segar tengah menerpa para petani manggis di wilayahnya. Pasalnya, sejak 2017 lalu pemerintah pusat telah membuka keran ekspor manggis ke sejumlah negara di Asia. Tentunya, ini menjadi kesempatan mereka untuk peningkatan ekonomi.

“Alhamdulillah, keran ekspor telah dibuka. Sehingga, komoditi unggulan khas Purwakarta saat ini bisa menembus pasar internasional. Ini menjadi angin segar bagi kami. Sejauh ini, kami ekspor ke beberapa negara Asia, salah satunya Cina. Tahun ini kami menargetkan bisa ekspor juga ke wilayah Timur tengah,” kata Anne kepada INILAH, beberapa waktu lalu. 

Untuk itu, melalui dinas terkait hingga kini pihaknya terus mendorong supaya produktivitas perkebunan manggis ini terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Untuk memperkuat kualitas, salah satu upayanya yakni dengan memberikan bimbingan mengenai good agricultural practice (GAP) dan penerapan standard operational procedure (SOP) kepada para petani.

“Dari sisi kuantitas sendiri, kami terus mendorong bagaimana supaya produktivitasnya terus meningkat. Sehingga, kebutuhan domestik maupun ekspor bisa tetap terpenuhi,” jelas dia.

Anne menjelaskan, data dari dinas terkait mencatat luas lahan perkebunan manggis di wilayahnya mencapai lebih dari 1.500 hektare. Lahan tersebut, tersebar di lima kecamatan. Yakni, Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, Darangdan, dan Pondoksalam. 

“Buah manggis, saat ini menjadi produk perkebunan khas di wilayah kami. Produk perkebunan ini sangat menjanjikan dari sisi ekonomi. Kini, manggis khas Purwakarta memiliki daya saing secara global,” jelas Anne. 

Anne menambahkan, dalam waktu dekat ini buah manggis di wilayahnya akan memasuki panen raya. Selama ini, rata-rata produksi buah manggis saat panen raya sekitar 47 ton per hektare. Hasil panen tersebut diakuinya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tapi juga hingga mancanegara atau kebutuhan ekspor.

Terkait produktivitasnya, Anne memastikan di panen raya tahun ini jumlahnya akan meningkat 10% dari tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, buah manggis yang dihasilkan hanya mampu melakukan ekspor 30 ribu ton. Tahun ini, diperkirakan jumlahnya meningkat hingga 50 ribu ton. (Asep Mulyana)