Ini 'Curhat' KSPSI Purwakarta Ke Bupati Anne

Ini 'Curhat' KSPSI Purwakarta Ke Bupati Anne
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.



INILAH, Purwakarta - Sejumlah buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Purwakarta, mendatangi kantor Bupati Purwakarta, Jalan Gandanegara, Jumat (7/2/2020).

Kedatangan mereka, tak lain untuk mengadukan persoalan yang selama ini mendera para buruh. Terutama, buruh di sektor padat karya. Para buruh berharap, pemerintah daerah bisa menjembatani keinginan mereka. Di antaranya, mengupayakan pemenuhan hak-hak dasar ribuan buruh di PT Dada Indonesia.

Di hadapan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, Ketua DPC KSPSI Kabupaten Purwakarta, Agus Gunawan menuturkan terkait permasalahan yang mendera buruh di perusahaan garment tersebut. Salah satunya, terkait kondisi pailit yang mendera perusahaan itu.

"Seperti yang diisyaratkan undang-undang, di masa-masa pailit ini biasanya aset perusahaan terancam dijual. Kami khawatir, bank ini menjual aset perusahaan hanya untuk membayar hutang ke pengusahanya saja, tanpa memikirkan hak buruhnya yang belum terpenuhi," ujar Agus.

Makanya, kata dia, pihaknya sengaja mengadukan hal tersebut ke bupati dan dinas terkait. Tujuannya, tak lain untuk meminta bantuan supaya pihak pemkab bisa berkomunikasi dengan pihak bank. Supaya, mereka juga memperhatikan hak-hak buruh di perusahaan tersebut. 

"Hak-hak buruh ini bukan hanya soal honor saja. Tapi, ada hak-hak lain yang berhubungan dengan pemutusan hubungan kerja mereka," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Purwakarta, Titov Firman mengatakan, pemerintah siap memfasilitasi aspirasi para buruh untuk berkomunikasi dengan kedua bank yang menangani permasalahan kepailitan perusahaan tersebut.

"Kita akan bantu komunikasikan," ujar dia.

Terkait bantuan lain dari pemkab, sambung dia, buruh eks PT Dada diikut sertakan asuransi kesehatan oleh pemerintah. Saat ini, para buruh sudah mendapatkan bantuan dari Program Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

"Walaupn belum mendapatkan kesempatan bekerja lagi, tapi jaminan kesehatannya sudah tercover," kata Titov mewakili Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. (Asep Mulyana)