Diduga Menghirup Gas Beracun, Belasan Warga Purwakarta Pingsan Massal

Diduga Menghirup Gas Beracun, Belasan Warga Purwakarta Pingsan Massal
Foto: Asep Mulyana



INILAH, Purwakarta – Belasan warga Kampung Sawah, Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta pingsan. Mereka menjadi korban yang diduga akibat keracunan gas dari sebuah pipa milik PT Indo Bharat Rayon (IBR). Saat ini, ini seluruh korban masih terbaring lemas di beberapa rumah sakit guna menjalani perawatan medis.

Informasi yang diperoleh INILAH, pingsan massal ini terjadi pada Selasa (4/2/2020) malam. Adapun gas beracun yang mereka hirup diduga berasal dari cerobong asap milik perusahaan yang memproduksi serat rayon tersebut.

Kabarnya, dari belasan korban ini satu di antaranya seorang ibu hamil. Korban, saat ini terpaksa harus mendapatkan penanganan serius dari petugas medis. Adapun beberapa korban yang masih menjalani perawatan medis di antaranya Yulia (33), Trianah (44), dan Rohmat.

Sedangkan korban lainnya, yakni Pamungkas, Ilah, Peri, Enung, Latief, Erna, Enoh, Resa, Yeni, Trisnawati, Dariyari, Suryana, dan Dewi sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing. Seluruh korban diketahui merupakan warga Kampung Sawah RT 04/02 Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao.

Menurut penuturan warga sekitar, peristiwa itu berawal adanya asap putih yang keluar dari cerobong PT IBR serta tercium bau gas. Malang, beberapa warga yang menghirup gas itu langsung mengeluhkan pusing dan mual. Memang, peristiwa ini bukan sekali saja terjadi, namun sudah berkali-kali.

Sementara itu, pascainsiden tersebut pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui sebab-sebab kebocoran gas ini. Polisi belum menyebutkan siapa yang dianggap paling bertanggung jawab, karena masih memintai keterangan sejumlah saksi.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian mengatakan, berdasarkan keterangan sementara peristiwa itu berawal ketika mesin dari Acid Plan 3 starup pada pukul 17.30 WIB yang sebelumnya dilakukan perbaikan dan pergantian katup. Tiba-tiba, dari cerobongnya menggeluarkan gas CO2 yang akhirnya terhirup warga sekitar.

“Kita masih melakukan penyelidikan termasuk memeriksa sejumlah saksi. Nanti perkembangannya akan kami sampaikan kembali,” ujar Handreas kepada wartawan, Rabu (5/2/2020). (Asep Mulyana)