Dinsosnangkis Rehabilitasi 2.800 PMKS Sepanjang 2019

Dinsosnangkis Rehabilitasi 2.800 PMKS Sepanjang 2019
Kepala Seksi Rehab Sosial Tuna Sosial Korban Perdagangan Orang dan Tindak Kekerasan Dinsosnangkis Kota Bandung Yogaswara Hendramurti. (yogo triastopo)



INILAH, Bandung - Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung berhasil menjaring 2.800 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di sepanjang tahun 2019.

Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Rehab Sosial Tuna Sosial Korban Perdagangan Orang dan Tindak Kekerasan Dinsosnangkis Kota Bandung Yogaswara Hendramurti pada Selasa (4/2/2020).

"Jumlah itu didominasi oleh pengamen jalanan, lalu ada gelandangan dan pengemis. Lainnya, anak jalanan dan lansia terlantar," kata Yogaswara di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung.

Menurut dia, mayoritas dari mereka adalah masih usia produktif yakni 15 hingga 30 tahun. Asal PMKS ini pun, datang dari berbagai daerah dengan niat ingin mengadu nasib di Kota Bandung.

"Seperti gelandangan dan pengemis, 80 persen mereka dari luar Kota Bandung. Sementara untuk pengamen jalanan, mereka kebanyakan memang dari Kota Bandung dan kota sekitar," ucapnya.

Bagi mereka yang tertangkap, dituturkan dia akan menjalani rehabilitasi. Para PMKS akan diberikan pembinaan selama kurang lebih tujuh hari di Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Rancacili.

Mereka yang berasal dari luar Kota Bandung, ditambahkan Yogaswara, akan dilimpahkan kepada Dinsosnangkis asal daerah masing-masing untuk diberikan pembinaan lebih lanjut.

"Kita ingin 2020 menurun yah untuk persoalan PMKS, karena di tahun 2019 cukup tinggi juga. Tetapi mudah-mudahan di tahun ini lebih baik karena kita sudah persiapkan upaya-upaya tersebut," ujar dia.

Adapun titik rawan PMKS di Kota Bandung, ditambahkan Yogaswara, ada di 15 lokasi, di antaranya kawasan Pasirkoja, Laswi, Pasteur, Leuwipanjang, dan Kopo. (yogo triastopo)