Soal 'Nyanyian' Sunjaya, Sekda Kab Cirebon dan Mantan Ajudan Bungkam

Soal 'Nyanyian' Sunjaya, Sekda Kab Cirebon dan Mantan Ajudan Bungkam
Mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi. (Bambang Praseethyo)



INILAH, Cirebon - Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno enggan berkomentar terkait pernyataan mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi. Seperti diketahui, Sunjaya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap Rahmat dan mantan ajudan Deni Saprudin.

Saat ditemui, Rabu (8/1/2019), Rahmat sama sekali enggan berkomentar. "Kapan Sunjaya ngomongnya, saya tidak tahu. No coment lah," ucapnya singkat.

Hal yang sama dilakukan, Deni Saprudin. Deni terlihat gugup saat ditanya bagaimana perasaannya, ketika Sunjaya meminta KPK untuk menangkap dirinya. Menurut Deni, dirinya pernah diperiksa terkait persoalan tersebut oleh KPK beberapa kali.

"Semuanya sudah saya serahkan ke KPK mas. Maaf saya tidak bisa bicara banyak," elaknya.

Sementara itu, beberapa Kepala OPD yang berhasil ditemui, kembali mengaku resah dengan pernyataan Sunjaya tersebut. Nama semua kepala OPD yang jelas jelas disebut koruptor oleh Sunjaya, mau tidak mau membuat down mereka. Sunjaya dinilai tidak negarawan dan kembali ingin menyeret semua mantan anak buahnya.

"Pernyataan Sunjaya yang sudah viral di medsos membuat kami resah. Harusnya tidak begitu karena sebagai mantan bupati, toh dia juga menikmati," kata beberapa Kepala OPD yang enggan disebutkan namanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi rupanya keukeuh tidak mengakui bahwa dirinya seorang koruptor. Padahal jelas-jelas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunya bukti kuat, sehingga pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis 5 tahun. Saat inipun, KPK kembali membidik Sunjaya dengan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dari chanel you tube atas nama Yedi Supriadi, Sunjaya dengan emosi meminta penyidik KPK untuk segera menangkap Sekda dan mantan ajudannya, Deni Saprudin. Chanel you tube yang diduga konfrensi pers Sunjaya saat mengajukan PK, hari Senin kemarin tersebut, terlihat dia begitu emosional, dan menyebut KPK sudah berbuat zolim.

Sunjaya menjelaskan, Bupati saat itu tidak pegang anggaran. Justru yang menghabiskan anggaran adalah Sekda dan semua kepala dinas. Kalaupun dapat uang, hanya menunggu pemberian kepala dinas yang loyal saja. Sunjaya meminta untuk mengecek kondisi Bupati pengganti dirinya yaitu Imron Rosyadi. Menurutnya, saat ini Imron sudah ditinggalkan semua kepala OPD.

Sunjaya juga mengklaim, dirinya tidak akan melakukan korupsi. Alasannya, keluarganya adalah keluarga kaya raya dengan omzet ratusan miliar. Sunjaya menyebutkan, sebelum menjadi bupati, istrinya adalah seorang importir beras dan mertuanya adalah konglomerat.

Sunjaya juga seperti punya dendam tersendiri dengan mantan ajudannya. Dengan nada tinggi, Sunjaya akan balik melaporkan Deni ke Polda, karena sudah menzolimi dirinya. Menurut Sunjaya, Deni malah memberikan aset aset dirinya dan keluarga kepada KPK, padahal aset tersebut bukan dari hasil korupsi. (maman suharman)