Sunjaya Minta KPK Tangkap Sekda dan Mantan Ajudannya

Sunjaya Minta KPK Tangkap Sekda dan Mantan Ajudannya
Ilustrasi (net)



INILAH, Cirebon - Mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi rupanya keukeuh tidak mengakui bahwa dirinya seorang koruptor. Padahal jelas-jelas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunya bukti kuat sehingga Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis 5 tahun kepadanya. Saat ini pun, KPK kembali membidik Sunjaya dengan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dari channel YouTube atas nama Yedi Supriadi, Sunjaya dengan emosi meminta penyidik KPK untuk segera menangkap Sekda dan mantan ajudannya, Deni Saprudin. Channel YouTube yang diduga konferensi pers Sunjaya saat mengajukan PK, hari Senin kemarin tersebut, terlihat dia begitu emosional, dan menyebut KPK sudah berbuat zalim.

"Orang yang betul-betul ingin membangun Kabupaten Cirebon malah ditangkap. Ini hanya gara-gara uang Rp100 juta. Harusnya yang ditangkap itu ajudan saya, sekda sebagai ketua TAPD, dan para kepala dinas, bukan saya," kata Sunjaya.

Sunjaya menjelaskan, Bupati saat itu tidak pegang anggaran. Justru yang menghabiskan anggaran adalah sekda dan semua kepala dinas. Kalaupun dapat uang, hanya menunggu pemberian kepala dinas yang loyal saja. Sunjaya meminta untuk mengecek kondisi bupati pengganti dirinya yaitu Imron Rosyadi. Menurutnya, saat ini Imron sudah ditinggalkan semua kepala OPD.

"Silakan tanya Bupati Imron saat ini. Sekda dan semua kepala OPD sudah tidak loyal. Yang koruptor ya sekda dan para kepala dinas. Jadi yang harus ditangkap ya mereka, buka saya," ungkapnya.

Sunjaya juga mengklaim, dirinya tidak akan melakukan korupsi. Alasannya, keluarganya adalah keluarga kaya raya dengan omzet ratusan miliar. Sunjaya menyebutkan, sebelum menjadi bupati, istrinya adalah seorang importir beras dan mertuanya adalah konglomerat.

"Saya ini keluarga kaya raya, dan itu sebelum jadi bupati. Mertua saya yang mendanai saya menjadi bupati. Sekarang KPK kok maksa-maksa mertua untuk mengakui pernah diberi uang sama saya. Ini kan aneh, justru saya yang meminta uang ke mertua," terangnya.

Sunjaya juga seperti punya dendam pribadi dengan mantan ajudannya. Dengan nada tinggi, Sunjaya akan balik melaporkan Deni ke Polda, karena sudah menzalimi dirinya. Menurut Sunjaya, Deni malah memberikan aset-aset dirinya dan keluarga kepada KPK, padahal aset tersebut bukan dari hasil korupsi.

"Aset saya dan mertua diberikan Deni ke KPK. Lucunya, setelah diberikan malah disita karena KPK-nya nakal. Inilah zalimnya ajudan saya dulu," terangnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi di kantornya, Sekda Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno sedang tidak ada di tempat. Begitupun dengan mantan ajudan Sunjaya, Deni, nomor telepon selulernya tidak aktif. (maman suharman)