Musim Hujan Tiba, Pemkab Purwakarta Waspadai Penyebaran DBD

Musim Hujan Tiba, Pemkab Purwakarta Waspadai Penyebaran DBD
net



INILAH, Purwakarta – Musim penghujan sedang berlangsung. Banyak pihak mulai mewaspadai pergantian musim ini. Tak terkecuali Pemkab Purwakarta, yang telah pasang mata dan mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menyambut datangnya musim basah ini. 

Mengingat, selain potensi bencana alam, biasanya ancaman dari berbagai penyakit kerap bermunculan saat pergantian cuaca seperti itu. Salah satunya, penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, merupakan penyakit cukup serius dan termasuk kasus medis besar yang jadi perhatian utama beberapa negara berkembang. Atas dasar itu, pihaknya pun harus segera melakukan langkah antisipasi guna meminimalisasi penyebarannya. 

“Dalam pengendalian dan pencegahan penyebaran DBD ini diperlukan upaya yang efektif,” ujar Anne kepada INILAH, belum lama ini.

Menurut Anne, hal yang paling efektif untuk pencegahan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk itu harus bersifat antisipatif. Yakni, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. 

Sebenarnya, kata Anne, penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti itu bukan hanya akibat faktor perubahan cuaca saja. Tapi, bisa juga akibat pola hidup masyarakat yang kurang sehat yang akibatnya menjadikan tubuhnya mudah terjangkit virus yang dibawa nyamuk tersebut.

Untuk itu, Anne berpesan supaya masyarakat menggalakan kembali bebersih dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Karena, menurutnya, untuk pencegahan penularan penyakit DBD ini tidak hanya cukup dilakukan dengan pengasapan (fogging). Karena, cara seperti itu hanya sebatas membasmi nyamuk dewasa, dan tidak sampai membunuh jentiknya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinkes Purwakarta, Meisera Pramayanti menjelaskan, selama ini penyakit DBD memang jadi perhatian serius jajarannya. Mengingat, sejak tiga tahun terakhir jumlah kasusnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Dari data yang ada, kata dia, tercatat di 2017 lalu jumlahnya mencapai 122 kasus. Kemudian, di 2018 meningkat jadi 226 kasus. Untuk 2019 ini, terhitung Januari hingga September sudah ada 492 kasus. Artinya, tiap tahun ada peningkatan.

“Jika di rata-ratakan, setiap bulannya ada 10 orang yang terjangkit DBD ini,” ujar Maesera.

Menurut dia, peningkatan kasus ini salah satunya dipicu faktor cuaca. Sehingga, dirinya pun menghawatirkan ada peningkatan kasus lagi saat pergantian musim ini. Makanya, sebagai upaya jajarannya mengantisipasi hal itu, yakni dengan menguatkan peran petugasnya dan petugas di setiap Puskesmas yang ada. Salah satunya, meminta supaya mengintensifkan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala. (Asep Mulyana)