2019, Purwakarta Fokus Bangun Infrastruktur

2019, Purwakarta Fokus Bangun Infrastruktur



INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta masih terus berbenah diri. Sebagai pemimpin baru di wilayah itu, Anne Ratna Mustika dan Aming telah menyiapkan berbagai program di tahun ini.
 
Sampai saat ini masih banyak PR yang belum rampung di masa kepemimpinan sebelumnya. Salah satunya terkait pembangunan infrastruktur layak bagi masyarakat.
 
Wakil Bupati Purwakarta Aming mengaku, pihaknya memastikan pembangunan sektor tersebut akan kembali diprioritaskan. Adapun proyek infrastruktur yang belum selesai, di antaranya penyelesaian pembangunan jalur Lingkar Barat dan Timur. 
 
"Data dari dinas terkait, di Jalur Lingkar Barat masih ada sekitar 10 kilometer lagi yang belum dibeton. Ini akan segera kita selesaikan," ujar Aming kepada wartawan, Kamis (3/1/2018).
 
Di jalur tersebut, kata dia, ada dua titik jembatan penghubung antardesa yang akan dibangun. Lokasinya berada di Kecamatan Sukasari yang masuk Jalur Lingkar Barat tersebut, yakni jembatan Ciririp dan Sukamukti.
 
"Sebenarnya, secara fungsional jalur ini sudah bisa digunakan seluruhnya. Hanya saja masih ada 10 kilometer lagi yang belum dibeton dan dua jembatan yang belum dibangun," jelas dia.
 
Tak hanya akan melakukan penyelesaian Lingkar Barat. Jalur Lingkar Timur yang terbentang dari Cikopo hingga Pondoksalam pun tak luput dari program pembenahannya.
 
"Ini menjadi PR kami. Kalau memungkinkan, bisa diselesaikan di 2019. Kalau tidak, nanti akan dilakukan secara bertahap. Nanti kita lihat dulu kemampuan anggarannya," jelas dia.
 
Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta Budi Supriyadi sempat memaparkan, khusus pembangunan Jalur Lingkar Barat sebenarnya ada satu hal yang menjadi kendala yaitu di titik yang akan dibangun dua jembatan. Tahun lalu proyek tersebut belum bisa dirampungkan karena perlu ada kajian dari ahli, terutama di lokasi yang akan dibangun dua jembatan. Tekstur tanah di lokasi itu memiliki karakter 'ngeprul'.
 
"Secara fungsional sih sudah bisa dilalui. Tinggal dua jembatan itu, terus melanjutkan 10 kilometer lagi jalan setelah jembatan tersebut. Tapi, sebelumnya perlu riset dari ahli dulu. Ini yang menjadi kendala," ujar Budi.