Mutasi Akhir Tahun ASN Pemkab Cirebon Gagal

Mutasi Akhir Tahun ASN Pemkab Cirebon Gagal
Bupati Cirebon Imron Rosyadi. (Dok InilahKoran)



INILAH, Cirebon - Mutasi pejabat Pemkab Cirebon dari esselon II ke bawah yang rencananya dilakukan akhir tahun ini dipastikan batal. Alasannya, masih banyak proses yang harus ditempuh Pemkabtermasuk proses assessment yang belum selesai.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan Pemkab sebetulnya menginginkan proses mutasi dan rotasi bisa digelar di akhir tahun 2019 ini. Banyaknya pejabat yang pensiun otomatis membuat beberapa OPD harus dipegang pejabat dengan posisi rangkap jabatan. Namun karena mutasi ingin dilaksanakan secara serempak, mau tidak mau kemungkinan di tahun depan.

"Kalau untuk pejabat eselon II sudah tidak ada masalah. Tapi kan kemarin mereka baru proses Assessment. Nanti kita akan gabung sekalian untuk kekosongan dibawahnya. Akan kita lakuka serentak agar keseringan mutasi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Supadi Priyatna mengatakan hal yang sama. Menurutnya, hasil assessment eselon II, sampai saat ini belum keluar hasilnya. Nantinya dari assessment center akan diserahkan kepada pansel. Dari pansel inilah hasil tersebut dilaporkan langsung ke bupati.

"Prosesnya panjang. Harusnya akhir tahun ini hasil assessment dari tim pansel sudah selesai. Kalaupun akhir tahun ini bisa selesai, kita harus mengusulkan rekomendasi dulu ke KASN untuk melakukan pengisian," ujarnya.

Seperti diketahui, desas desus tahun sekarang akan ada mutasi, sudah santer terdengar dilingkungan Pemkab Cirebon. Malahan, setelah selesai open bidding, banyak pihak berharap bupati segera melakukan pelantikan dari setiap OPD yang sudah terisi hasilnya.

Sayangnya, belum dilantiknya sembilan esselon II dari hasil open bidding kemarin, memunculkan spekulasi bahwa masih ada peran mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi, yang saat ini sudah divonis lima tahun penjara. Beberapa nama yang tidak masuk rangking pertama dari tiga nama disetiap OPDnya, diisukan sudah menyetor sejumlah uang kepada Sunjaya.

Isu tersebut saat ini bukan jadi rahasia umum lagi, tapi sudah menjadi topik hangat, baik dikalangan intern Pemkab Cirebon maupun masyarakat. Masyarakat sepakat, kalau Imron mencari aman, kenapa tidak memilih calon eselon II dari hasil open bidding yang berhasil masuk kategori rangking pertama. Masalahnya, hasil open bidding termasuk nama nama yang masuk rangking pertama sampai ke tiga, sudah masuk dalam pengawasan KPK. (maman suharman)