Di Purwakarta, Bayi Baru Lahir di RS Langsung Dapat Akta

Di Purwakarta, Bayi Baru Lahir di RS Langsung Dapat Akta
net



INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Seperti kemudahan pembuatan catatan administrasi kependudukan semisal kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran anak.

Khusus untuk pembuatan akta kelahiran, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purwakarta Sulaiman Wilman menuturkan saat ini pihaknya menggandeng sejumlah rumah sakit (RS) untuk memerluas layanan. Saat ini, bayi yang dilahirkan di rumah sakit tertentu akan langsung mendapat akta kelahiran dan KK.

“Saat ini, sudah ada tiga rumah sakit besar yang telah bekerjasama dengan kami,” ujar Sulaiman kepada INILAH, Kamis (26/12/2019).

Sulaiman menjelaskan, saat ini jumlah anak di wilayahnya yang memiliki akta kelahiran mencapai sekitar 82%. Adapun target dari pemerintah pusat, 90% anak di daerah harus sudah memiliki akta kelahiran. Menurutnya, dengan layanan jemput bola seperti ini diharapkan target itu bisa terpacai.

“Untuk rumah sakit yang telah kerjasama dan telah menggulirkan pelayanan kepengurusan akta kelahiran, masing-masing RSUD Bayu Asih, RSU Siloam dan RS Bhakti Husada,” jelasnya.

Dengan kerja sama ini, diakuinya bayi yang lahir di ketiga RS tersebut  akta kelahirannya akan diurus pengelola. Sehingga, orang tua tidak perlu lagi mengurus akta kelahiran. Sebab, begitu bayi lahir dokumennya akan langsung diurus pihak rumah sakit.

Untuk memudahkan layanan ini, lanjut Sulaiman, pihaknya pun akan mendorong seluruh klinik-klinik bersalin untuk bekerjasama juga dengan instansinya. Dengan begitu, kedepan pembuatan akta kelahiran bayi akan semakin mudah.

Sementara itu, Direktur RSU Siloam Irwan Gandana mengatakan pada penghujung 2019 ini pihaknya menjalin kerja sama dengan Disdukcapil untuk melayani pembuatan akta kelahiran. Kerja sama ini, mulai efektif terhitung 1 Januari 2020 mendatang. 

“Begitu bayi lahir, kami akan langsung mengurus aktanya. Akta tersebut, bisa dibawa pulang begitu si ibu diperkenankan pulang. Atau paling lama, saat kontrol pertama ibu dan bayi,” ujar Irwan. (Asep Mulyana)